Pembangunan Jalan Lingkar Luar Kota Bogor Mandek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjual kopi menjajakan dagangannya kepada pengendara yang terjebak macet kawasan Puncak di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang penjual kopi menjajakan dagangannya kepada pengendara yang terjebak macet kawasan Puncak di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bogor -Rencana pemerintah Kota Bogor membangun Jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR) atau jalan lingkar luar Kota Bogor, yang membentang dari Kelurahan Harjasari-Pasir Kuda dengan panjang 12,3 kilometer, mandek. Pembangunan jalan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di pusat kota, yang seharusnya mulai dikerjakan 2010 lalu, hingga saat ini belum terealisasi.

    "Dari 12,3 kilometer lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan BIRR di Kota Bogor, saat ini kurang dari 1 kilometer yang lahannya sudah dibebaskan," kata Kepala Subbidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Noval Isnaeni pada Selasa, 17 November 2015.

    Berdasarkan RTRW Kota Bogor, pembangunan jalan BIRR tahap pertama mulai Wangun (Jalan Raya Tajur) hingga Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, seharusnya selesai 2011 lalu.  "Lambatnya progres pembangunan jalan BIRR ini terkendala pembebasan lahan dan anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan ini sangat besar," kata Noval.

    Dia mengatakan jalan BIRR sepanjang 12,3 kilometer akan membentang mulai Kelurahan Sindangsari, Muarasari, Kertamaya, Genteng, Pamoyanan, Muliaharja, Cikaret, hingga Pasirkuda. "Jalan ini memang agak sulit dalam pembebasan lahan karena terbentur anggaran, tapi harus tetap bergerak untuk masa depan Kota Bogor jika ingin mengurangi kemacetan di pusat kota," kata Noval.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Suharto mengatakan kendala yang paling besar dalam progres pembangunan jalan BIRR ini adalah pembebasan lahan. "Beberapa lahan yang dilintasi jalan BIRR ini merupakan lahan makam yang sulit dilepas oleh masyarakat," kata dia.

    Karena itu, kata Suharto, pembangunan jalan BIRR tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Bogor. "Jika mengandalkan APBD Kota Bogor saja, tidak akan mampu. Tapi harus ada sokongan dana dari pemerintah pusat," kata dia.

    Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor Erik Suganda mengatakan sudah semestinya Kota Bogor mempercepat dan merealisasikan pembangunan jalan BIRR karena kota itu sudah seharusnya melakukan pembangunan ke wilayah sana, "Jalan BIRR ini sangat penting untuk Kota Bogor," kata dia.

    Erik menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan pada Kementerian Pekerjaan Umum agar membantu pembangunan jalan BIRR di Kota Bogor karena anggarannya sangat besar dan tidak bisa mengandalkan hanya dari APBD Kota Bogor. "Kemarin kita usulkan ke Kementerian PU untuk membantu proyek BIRR. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah pembebasan lahan karena ada lahan makam yang harus dibebaskan, "kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.