Menteri Jonan: 2019, Seratus Bandara Bisa Dilandasi Jet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah), didampingi sejumlah staf melakukan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juli 2015.  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah), didampingi sejumlah staf melakukan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juli 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menargetkan peningkatan kapasitas ratusan bandara pada akhir 2019. Ia mengatakan pada periode tersebut akan ada 100 bandara dari total 237 bandara yang bisa dilandasi pesawat kapasitas jet.

    "Ini yang akan dilakukan pemerintah sebagai upaya pemerataan infrastruktur logistik di daerah," kata Menteri Jonan dalam Tempo Economic Briefing 2016 di Jakarta, Selasa, 17 November 2015.

    Menurut Jonan, dari target 100 bandara tersebut, 60 bandara di antaranya dikelola oleh PT Angkasa Pura 1 dan PT Angkasa Pura 2. Untuk itulah, ia menuturkan, peran swasta dan badan usaha membantu pemerintah mendukung pembenahan dan pemerataan sektor logistik.

    Selain 100 bandara tersebut, Kementerian Perhubungan juga menargetkan ada tambahan 50 bandara yang kapasitasnya bisa didarati oleh Hercules atau pesawat ATR 72. "Jadi total ada 150 bandara," ujarnya.

    Jonan mengatakan rencana pengembangan kapasitas ini perlu dicanangkan untuk mendorong pemerataan pengembangan infrastruktur di seluruh daerah di Tanah Air. Ia merinci, dari 237 bandara yang ada di Tanah Air, hampir 185 bandara masih dikelola pemerintah pusat.

    Sementara itu, untuk layanan infrastruktur pelabuhan, dari 1.241 buah hanya 112 pelabuhan yang dikelola oleh perusahaan pelat merah, PT Pelabuhan Indonesia I-IV. "Jadi kami tidak bisa serta-merta melakukan peningkatan infrastruktur secara komersial," ujarnya.

    AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.