Sosialisasi Rumah Murah ke Masyarakat Perlu Lebih Intensif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dave memang sangat menyukai berburu properti kosong seperti rumah, gudang, pabrik bahkan rumah sakit jiwa. Terlihat sebuah ruang tamu kosong dan sebuah gitar yang tergeletak di atas meja. 26 Januari 2015. Dailymail.co.uk

    Dave memang sangat menyukai berburu properti kosong seperti rumah, gudang, pabrik bahkan rumah sakit jiwa. Terlihat sebuah ruang tamu kosong dan sebuah gitar yang tergeletak di atas meja. 26 Januari 2015. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan sosialisasi program satu juta rumah, terutama rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah perlu ditingkatkan.

    Dirjen Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, mengatakan sosialisasi produk rumah murah perlu dilakukan di wilayah yang dekat dengan kawasan tempat tinggal MBR.

     

    "Sosialisasi produk properti ke depan kalau bisa diselenggarakan di dekat dengan tempat tinggal masyarakat khususnya MBR. Di Bekasi misalnya, di sana kan banyak perumahan bersubsidi, maka pamerannya bisa dilaksanakan di dekat terminal atau pasar -pasar," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (16 November 2015).

     

    Menurutnya, pemerintah sangat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pameran-pameran khususnya properti sehingga mempermudah masyarakat untuk mengetahui produk-produk properti yang sudah dibangun oleh para pengembang.

     

    Syarif berharap penyelenggaraan pameran perumahan juga bisa dilaksanakan di berbagai lokasi lain di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat khususnya MBR bisa lebih mudah untuk mengakses informasi perumahan yang dekat dengan tempat tinggalnya saat ini.

     

    Sebagaimana diketahui, pada 2016, pembangunan rumah untuk MBR dinaikkan menjadi 700.000 dari jumlah pada tahun ini sebesar 600.000. Untuk mendukung pembiayaan rumah murah, pemerintah mengalokasikan subsidi FLPP sebesar Rp9,3 triliun dan subsidi selish bunga sebesar Rp2 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.