Genjot BBG, Pertamina Luncurkan SPBG 'Berjalan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Pertamina (Persero) meresmikan Mobile Refueling Unit (MRU) untuk mendorong penggunaan bahan bakar gas (BBG) sebagai kebutuhan transportasi. MRU merupakan suatu unit pengisian bahan bakar gas berupa CNG yang dapat berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain (mobile) dan penempatannya diprioritaskan untuk lokasi yang tidak terjangkau oleh pipa gas.

    Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan BBG bermerek Envogas yang dijual Pertamina ini memiliki keunggulan dibanding BBM, yaitu harganya lebih murah ketimbang BBM. Saat ini Envogas dijual dengan harga Rp 3.100 per liter setara Premium (Lsp), jauh di bawah harga Premium yang mencapai Rp 7.400/liter. Setiap MRU sendiri memiliki ukuran 20 ft dengan kapasitas storage sekitar 1.800 Lsp.

    ‎"Selain itu, envogas juga sifatnya lebih ramah lingkungan dan harganya relatif lebih murah dibandingkan produk turunan minyak bumi," kata Dwi ketika meresmikan MRU di Lapangan Banteng, Senin, 16 November 2015.

    Dwi menambahkan, saat ini sudah ada empat SPBG 'berjalan' yang sudah beroperasi. Keempat MRU tersebut beroperasi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, SPBG Pulogebang, Jakarta Timur, SPBU COCO Jalan Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.

    Dwi berujar, keberadaan MRU Pertamina di beberapa tempat tersebut,  diyakini akan memudahkan para pengguna kendaraan berbahan bakar gas untuk mengisi bahan bakarnya dengan CNG (Compressed Natural Gas). MRU akan dioperasikan dan dikelola oleh Pertamina melalui perusahaan afiliasinya, PT Pertagas Niaga.

    “Peresmian MRU ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk mendorong penggunaan bahan bakar gas. kami terus menambah infrastruktur pengisian gas sehingga semua stakeholder, semakin yakin akan prospek pasar kendaraan berbahan bakar gas di Indonesia di masa mendatang,” kata Dwi.

    Saat ini, Pertamina telah menuntaskan pembangunan 34 unit SPBG berkapasitas rata-rata 30.000 Lsp per SPBG yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Palembang, Semarang dan Balikpapan. Termasuk tujuh MRU Pertamina yang berlokasi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

    Sebagian dari SPBG tersebut dibangun dengan dana APBN. Pada tahun ini sedang dilaksanakan pembangunan 18 unit SPBG dengan dana APBN Tahun Anggaran 2015 dan 5 unit SPBG Ecostation dengan Anggaran Biaya Investasi Pertamina.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah mempercayai Pertamina untuk melakukan pembangunan dan penyediaan infrastruktur CNG baik menggunakan dana APBN maupun dana Pertamina," ucap Dwi.

    DEVY ERNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.