Perluas Jaringan, Astragraphia Buka Cabang Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Direktur, Michael Alexander R. Roring, Direktur, Lim Eng Poh,  Presiden Direktur  PT Astra Graphia Lukito Dewandaya,  Direktur, Yusuf Darwin Salim, dan Direktur Herrijadi Halim, saat rapat umum pemegang sahan PT Astra Graphia Tbk di Jakarta, Rabu (25/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    (kiri-kanan) Direktur, Michael Alexander R. Roring, Direktur, Lim Eng Poh, Presiden Direktur PT Astra Graphia Lukito Dewandaya, Direktur, Yusuf Darwin Salim, dan Direktur Herrijadi Halim, saat rapat umum pemegang sahan PT Astra Graphia Tbk di Jakarta, Rabu (25/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Presiden Direktur PT Astra Graphia Tbk Harry H. Halim mengatakan tahun depan pihaknya berencana membuka cabang baru. "Ekspansi tahun depan memperluas jaringan dengan menambah beberapa cabang di Jakarta," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Senin, 16 November 2015.

    Harry mengungkapkan saat ini perusahaan yang sudah listing di bursa selama 26 tahun tersebut memiliki 29 kantor cabang dan 89 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Membuka cabang, kata dia, adalah strategi yang dengan sendirinya membuat pasar perseroan menjadi lebih baik.

    Ia mengungkapkan, untuk membuka satu kantor cabang, tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar. Sebab, perseroan lebih memikirkan aspek lain yang lebih strategis. "Artinya, pengembangan itu lebih banyak dari pengembangan yang sifatnya sales operation."

    Selain itu, Harry melanjutkan, pihaknya juga menambah setoran modal sebesar Rp 50 miliar ke PT Astragraphia Xprins Indonesia, yang merupakan salah satu anak usahanya. Penambahan modal ini, kata dia, digunakan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis.

    Pada kuartal ketiga, PT Astra Graphia meraih laba bersih Rp 160 miliar. Secara operasional tumbuh 9 persen dari tahun lalu pada periode yang sama. Harry mengatakan sekitar 90 persen pertumbuhan laba perseroan datang dari bisnis solusi dokumennya.

    Bisnisnya sendiri tumbuh 13 persen sampai kuartal ketiga. "Saya pikir itu tidak terlepas dari kejelian kami memilih strategi yang pas di tengah perlambatan ekonomi," ucap Harry.

    Ia mengatakan perseroan akan mendorong bisnisnya menjadi rental bisnis. "Jadi bagaimana mengubah capex menjadi opex," katanya.

    Tahun ini belanja modal perseroan mencapai sekitar Rp 200 miliar. Ia memprediksi belanja modal tahun depan tidak jauh berbeda dari tahun ini.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.