Diisukan Jadi Pencatut Nama Presiden, Setya Novanto Sowan JK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menerima Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto pada sore ini, Senin, 16 November 2015, di kantor Wakil Presiden, Jakarta.

    Namun Kalla mengaku tak tahu topik yang nanti akan diperbincangkan. "Tidak tahu. Beliau yang meminta waktu," kata Kalla mengkonfirmasi rencana pertemuan. Ia membenarkan pertemuan tersebut merupakan rencana atau inisiatif Setya Novanto.

    Pagi ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan seorang anggota DPR yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat. Pencatutan itu diduga untuk memuluskan perpanjangan kontrak PT Freeport. 

    Kalla mengaku belum menerima detail pelaporan ke Mahkamah Kehormatan Dewan tersebut. "Nanti akan saya tanya dia (Sudirman). Sudah dibuka, siapa?" ujar Kalla, malah balik bertanya nama anggota Dewan yang dimaksud.

    Simak:
    Gila! Pencatut Nama Jokowi Minta 20 Persen Saham Freeport
    Pencatut Nama Jokowi Minta 49 Persen Saham PLTA Urumuka

    Sebelumnya, Sudirman menyebutkan anggota Dewan itu cukup terkenal. Bahkan, menurut Sudirman, Wakil Presiden Jusuf Kalla tahu persis siapa orang yang mencoba menyeret-nyeret namanya. Kabar santer juga terdengar pada akhir pekan lalu bahwa si pencatut berinisial SN.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.