Menteri ESDM Bawa Data Pencatut Nama Jokowi ke MKD Pagi Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM, Sudirman Said, terlihat membawa ponselnya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 8 April 2015. TEMPO/Subekti.

    Menteri ESDM, Sudirman Said, terlihat membawa ponselnya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 8 April 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dijadwalkan akan mendatangi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada hari ini, 16 November 2015, pukul 09.00. 

    "Menteri ESDM bertemu MKD, dan seusai pertemuan direncanakan memberi keterangan pers," demikian pesan pendek yang diterima Tempo pada Senin, 16 November 2015.

    Namun, sampai berita ini diturunkan, belum terlihat tanda-tanda kedatangan Menteri Sudirman Said dan pemimpin MKD.

    Adapun tujuan Sudirman ke Kompleks Parlemen Senayan untuk berkonsultasi dengan MKD terkait dengan dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo yang dilakukan oleh anggota DPR untuk meminta sesuatu kepada Freeport.

    Beberapa waktu lalu, Sudirman Said menyatakan ada tokoh politik mencoba menjual nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Freeport. Sayangnya ia masih enggan menyebutkan siapa nama anggota Dewan tersebut.

    Menurut Sudirman, politikus itu mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden ke Freeport untuk memuluskan renegosiasi kontrak dan menjanjikan dapat memperpanjang izin kontrak karya perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

    Sudirman juga mengatakan orang itu cukup terkenal. Bahkan, menurut Sudirman, Wakil Presiden Jusuf Kalla tahu persis siapa orang yang coba menyeret-nyeret namanya.

    DESTRIANITA K.

    Baca
    TEROR PARIS: Terungkap, Inilah Mostefai, Si Penebar Maut Itu
    Ajaib, Bumi Bernapas, Tanah Naik-Turun, Pertanda Apa?  
    Diperkosa di Angkot, Wanita Muda Ini Berontak Hebat, Lalu...
    EKSKLUSIF TEMPO: Penjagaan Paris Ternyata Longgar
    TEROR PARIS: Terkuak, Israel Tahu Prancis Akan Diserbu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.