IHSG Berpotensi Melemah Seiring Koreksi Bursa Global

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan pekan ini diprediksi konsolidasi melemah seiring masih terkoreksinya bursa global. Sepanjang pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 2,05% meski di penutupan akhir perdagangan IHSG menguat sendirian di kawasan Asia Pasifik. Pada penutupan akhir pekan, IHSG menguat 0,24% atau 10,61 poin ke level 4.472,84.

    Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan secara keseluruhan, IHSG pada pekan lalu cukup tertekan seiring the Fed yang mengindikasikan akan menaikan suku bunga pada Desember 2015. Indikasi tersebut dinyatakan oleh Janet Yellen pada pertemuan the Fed, Kamis lalu.

    “Untuk pekan ini, IHSG masih berpeluang konsolidasi melemah disebabkan oleh koreksi bursa global, ini masih difaktori oleh peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember,” kata Hans, Minggu, 15 November 2015.

    Selain itu, turunnya sektor ritel dan earning perusahaan di sektor tersebut juga turut menekan IHSG. Harga saham di sektor tersebut berpeluang melemah. Ditambah, turunnya harga komoditas dunia yang membuat harga saham komoditas ikut terjatuh. “Beberapa laporan earning di AS dan Euro juga lemah.”

    Dia memprediksi, IHSG akan berada di level support 4.425-4.400 dan level resisten 4.518-4.555. “Saham pilihan untuk akumulasi investor bisa pilih saham BBCA, INDF, JSMR, dan MNCN,” jelasnya.

    Reza Priyambada, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, mengatakan pada perdagangan di pekan ini IHSG akan berada pada rentang support 4.415-4.448 dan resisten 4.512-4.560. Menurutnya, secara pergerakan mingguan masih terlihat pola pelemahan.

    Namun, di tengah masih adanya pelemahan tersebut laju IHSG mulai mencoba untuk bertahan di mana terefleksi dari pergerakan harga sahamnya yang mencoba berbalik naik meski tipis. Namun, masih maraknya aksi profit taking dan masih adanya beberapa utang gap yang belum terpenuhi dapat menjadi penghalang IHSG untuk dapat menguat.

    “Diharapkan sentiment yang akan dirilis dapat memberikan sentiment posiitf. Namun demikian, tetap antisipasi sentimen yang akan datang,” kata Reza. Sejumlah data yang ditungu oleh investor adalah pengumuman BI rate dan neraca perdagangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.