Tiket KA dari Yogyakarta Diprediksi Menipis Usai Natal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang membeli tiket kereta api Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor Paledang di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Hanya ada satu kereta api yang berhenti di stasiun ini, yakni kereta api Pangrango jurusan Bogor Paledang-Sukabumi yang beroperasi sejak 9 November 2013. Mundri Winanto

    Penumpang membeli tiket kereta api Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor Paledang di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Hanya ada satu kereta api yang berhenti di stasiun ini, yakni kereta api Pangrango jurusan Bogor Paledang-Sukabumi yang beroperasi sejak 9 November 2013. Mundri Winanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketersediaan tiket kereta api reguler keberangkatan dari Yogyakarta dan Solo usai Natal dan Tahun Baru 2016 menipis, khususnya tujuan Jakarta dan Bandung.

    "Tiket untuk kereta ekonomi tinggal sedikit, khususnya keberangkatan pada 25 Desember hingga 1 Januari 2016 tujuan Jakarta, Bandung dan Surabaya," kata Manager Corporate Communications PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko di Yogyakarta, Minggu, 15 November 2015.

    Ia menyebut, tiket kereta ekonomi keberangkatan dari Yogyakarta ke Jakarta, Bandung dan Surabaya usai Natal hingga Tahun Baru 2016 sudah terjual hingga 90 persen, bahkan pada tanggal-tanggal tertentu seperti 25 Desember dan 1 Januari sudah terjual 95 persen.

    Meskipun demikian tiket untuk keberangkatan kereta dari Yogyakarta dan Solo sebelum 25 Desember masih tersedia cukup banyak sekitar 50 hingga 60 persen.

    Ia menyebut, tiket kereta tambahan yang sedianya akan diberangkatkan pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2016 belum dijual karena masih ada tiket kereta reguler yang tersedia.

    "Tiket kereta tambahan baru akan kami jual apabila tiket kereta reguler sudah habis terjual," katanya yang menyebut tiket tujuan Jakarta dan Bandung menjadi tiket yang paling banyak diburu penumpang dari Daerah Operasi VI Yogyakarta.

    Sejumlah kereta tambahan yang akan dioperasionalkan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang di antaranya adalah Argo Lawu Tambahan, Lodaya Tambahan dan Sancaka Tambahan.

    PT KAI memberlakukan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2016 selama 17 hari yaitu 20 Desember hingga 5 Januari 2016 dengan perkiraan puncak arus penumpang terjadi pada 27 Desember.

    Tiket kereta Natal dan Tahun Baru 2016 bisa diperoleh dari sejumlah gerai penjualan tiket resmi kereta api seperti di minimarket atau melalui aplikasi telepon selular dan secara online.

    "Seperti tahun-tahun sebelumnya, nama di tiket harus sama dengan nama penumpang yang berangkat. Jika tidak, maka penumpang yang bersangkutan tidak diperbolehkan naik kereta," katanya.

    Persiapan yang dilakukan PT KAI untuk melaksanakan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2016 adalah memeriksa kesiapan sarana dan prasarana, baik kereta hingga rel.

    Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro beserta jajarannya meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru 2016 termasuk kondisi rel dan sinyal di jalur selatan dan utara.

    "Khusus untuk keberadaan calo, sudah tidak ada. Namun jika joki atau orang yang membantu membeli tiket, mungkin masih ada. Mereka tidak menjual tiket ke orang tetapi menjual jasa mengantre membeli tiket," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.