Ahok Minta Beking Jokowi Lawan Mafia Daging Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mendorong PT Dharma Jaya, badan usaha milik pemerintah DKI, menguasai 30 persen dagang sapi. Pernyataan itu disampaikan setelah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Jumat siang, 13 November 2015 .

    "Dengan begitu, pemerintah daerah dapat melawan mafia daging sapi yang biasanya menguasai pasaran dan kapal pengangkut ternak," kata Ahok, panggilan Basuki , kepada wartawan.

    Ahok mengaku dipanggil Jokowi untuk membahas kapal pengangkut ternak yang baru saja diresmikan presiden. Pekan lalu, Jokowi meresmikan kapal pengangkut ternak berkapasitas 500 sapi yang berfungsi mengangkut sapi antarprovinsi di Indonesia.

    Ahok menjelaskan, dalam sepuluh hari, sapi dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat sudah bisa masuk ke Jakarta.

    Setelah sampai di Jakarta, ternak tersebut akan dikelola Dharma Jaya mulai dari pemotongan hingga pemasarannya ke PD Pasar Jaya.  Ahok berharap Dharma Jawa mendapatkan kuota sapi impor.

    Ahok mengatakan kapal pengangkut ternak ini akan membuat pemerintah daerah menguasai 30 persen ternak.  "Kita bisa kuasai 30 persen, kita lawan. Dulu kan kita tidak punya kapal, pakai kapal mereka. Mereka tidak mau bawa atau mereka turunin itu sapi di Surabaya. Dengan kapal ini, kita akan bawa," katanya.

    Kapal yang diresmikan Jokowi adalah KM Camara Nusantara 1, Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 56, dan Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 55.



    ANANDA TERESIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.