Dari Pondok Cabe, Pamulang, Garuda Buka Rute ke Empat Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Garuda Indonesia yang baru, M. Arief Wibowo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. Dalam rapat tersebut para pemegang saham mengangkat M. Arif Wibowo mengantikan Emirsyah Satar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Dirut Garuda Indonesia yang baru, M. Arief Wibowo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. Dalam rapat tersebut para pemegang saham mengangkat M. Arif Wibowo mengantikan Emirsyah Satar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Nusa Dua - PT Garuda Indonesia (Persero) bersiap mengoperasikan penerbangan berjadwal dari Bandara Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada 2016.

    Direktur Utama Garuda Arif Wibowo mengatakan akan meneken kesepakatan dengan PT Pertamina (Persero) dan Pelita Air Service sebagai mengelola Bandara Pondok Cabe pada pertengahan November 2015.

    "Seharusnya disepakati pekan ini, tapi dijadwalkan ulang," kata Arif seusai pembukaan Konferensi Asosiasi Penerbangan Asia-Pasifik (AAPA) di Ritz-Carlton, Nusa Dua, Bali, Jumat, 13 November 2015.

    Menurut Arif, membuka rute dari Bandara Pondok Cabe menjadi strategi Garuda untuk memaksimalkan armada pesawat baling-baling ATR 72-600 yang kadung dibeli perseroan. Garuda saat ini memiliki sebelas unit ATR 72-600 dan akan ditambah sembilan unit pada 2016.

    Dengan pesawat ini, Garuda akan melayani penerbangan dari Pondok Cabe ke wilayah Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. "Pada tahap awal, ada empat kota yang akan dilayani," ucapnya.

    Juru bicara Garuda, Benny Butar-Butar, menjelaskan, rute yang dipilih kemungkinan yang hanya memakan waktu penerbangan satu jam dari Pondok Cabe.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Garuda segera meneken kesepakatan dengan Pertamina agar rencana operasi dari Pondok Cabe segera terwujud. "Tinggal minta izin saja, nanti kami evaluasi," ujarnya.

    FERY FIRMANSYAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.