JIIPE Jadi Model Integrasi Pelabuhan dan Kawasan Industri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) dan President Commissioner PT AKR Corporindo Tbk Soegiarto Adikoesoemo (kiri) meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) dan President Commissioner PT AKR Corporindo Tbk Soegiarto Adikoesoemo (kiri) meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Gresik - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya integrasi antara pelabuhan dengan kawasan industri agar biaya logistik dapat ditekan. Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi model  integrasi tersebut.

    "Kita akan buat model  di Jawa Timur. Begitu modelnya benar, daerah lain tinggal copy," ujar presiden di sela acara peluncuran program sinergi investasi pondok pesantren Qomarudin dengan kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu kemarin, 11 November 2015.

    Menurut Jokowi butuh minimal 2 ribu hektare untuk membuat industri terintegrasi dengan pelabuhan. "Itu kalau kita mau bicara jangka waktu 10-20 tahun mendatang, di semua titik Sumatera, Sulawesi, Kalimantan akan semua seperti ini. Bisa dikerjakan oleh BUMN menggandeng swasta, BUMN sendiri, atau swasta sendiri."

    Dengan strategi itu, kata Jokowi, produk-produk dalam negeri akan mempunyai daya saing yang tinggi. Sebab, jarak antara pabrik dan pelabuhan dekat sehingga tidak ada biaya distribusi tambahan dalam satu kawasan. "Kalau jaraknya jauh akan terbebani dengan ongkos angkut, jawabannya ini (JIIPE)," katanya.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyatakan keseriusan pemerintah untuk terus mendukung pengembangan kawasan industri, termasuk JIIPE, sebagai solusi logistik. “Dengan pengembangan kawasan industri menjadi pusat logistik berikat sebagai solusi logistik, maka hal positif tersebut akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tempat berinvestasi,” ujar dia.

    Franky  menyadari betapa mendesaknya pengembangan kawasan industri di tengah ketatnya persaingan global untuk menarik investasi. “Beberapa investor yang datang ke BKPM sudah mulai membandingkan antara kawasan industri di Indonesia dengan kawasan industri di negara-negara tetangga."

    Solusinya ialah menyiapkan infrastruktur pendukung di dalam kawasan pusat logistik berikat tersebut. Di antaranya adalah pembangunan pelabuhan laut dalam, power plant, dan jalur kereta api.

    JIIPE memiliki fitur utama sebagai kawasan industri yang terkoneksi langsung dengan pelabuhan dalam (deep sea port). "Juga fasilitas sumber energi berupa listrik dan gas yang ramah lingkungan, fasilitas pengolahan limbah, serta pasokan air dari penampungan air hujan, pengolahan (recycle), dan sumber alam," kata Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola JIIPE, Bambang Soetiono.

    JIIPE merupakan kawasan industri hasil kerja sama antara PT Pelabuhan Indonesia 3 dengan PT AKR Corporindo yang kemudian membentuk joint venture PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera. Komitmen investasi yang sudah dikeluarkan Pelindo 3 sudah mencapai Rp 5,5 triliun.

    “Berdasarkan perhitungan pada tahun 2014, investasi infrastruktur total akan menghabiskan dana sebesar Rp 35 triliun yang akan dilakukan bertahap sesuai dengan pertumbuhan penggunaan kawasan industri di sana," kata Direktur Utama Pelindo 3 Djarwo Surjanto.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.