Tahun Ini Ekspor Sepuluh Produk Nonmigas Banten Turun 7,68%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Meski turun selama Januari-Februari, kata Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, ekspor nonmigas ke beberapa negara, seperti Swiss, Pakistan, dan Taiwan, justru meningkat drastis. Tempo/Tony Hartawan

    Terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Meski turun selama Januari-Februari, kata Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, ekspor nonmigas ke beberapa negara, seperti Swiss, Pakistan, dan Taiwan, justru meningkat drastis. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor nonmigas Provinsi Banten untuk sepuluh produk andalan selama Januari – September tahun ini turun 7,68%.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Syech Suhaimi menyebutkan realisasi ekspor sampai dengan bulan ke sembilan tahun ini tercatat US$4,90 miliar. Sementara periode yang sama tahun lalu mencapai US$5,31 miliar.

    “Secara year on year artinya turun US$408,14 juta untuk sepuluh golongan barang utama itu,” katanya mengutip data BPS, Kamis (12 November 2015).

    Perdagangan sepuluh barang utama dari Banten ke luar negeri menyumbang 71,34% terhadap total ekspor nonmigas provinsi ini.

    Selebihnya setara US$1,97 miliar disumbang dari komoditas lain sehingga kumulatif ekspor nonmigas sampai dengan September berjumlah US$6,87 miliar.

    Dari sepuluh produk tersebut, lima yang berkontribusi paling besar ialah golongan barang alas kaki; plastik dan barang dari plastik; tembaga; bahan kimia organik; serta besi dan baja. Porsi masing-masing komoditas ini terhadap perolehan ekspor sebesar 26,33%, 7,44%, 6,57%, 5,07%, dan 5,96%.

    “Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang mengalami penurunan pada tujuh komoditas kecuali alas kaki, mesin/peralatan listrik, serta besi dan baja ,” tutur Suhaimi.

    Ekspor alas kaki tercatat US$1,81 miliar sampai dengan bulan kesembilan. Jumlah ini setara dengan kenaikan 10,7%. Untuk ekspor mesin dan peralatan listrik terkumpul US$280,55 juta, tumbuh 1,67%. Sementara besi dan baja ekspornya US$409,94 juta meningkat 19,87%.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.