Rizal Ramli Minta Menteri ESDM Sebut Pencatut Nama Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli  saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Rizal Ramli ke Gedung KPK untuk menyerahkan laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) setelah menjabat sebagai menteri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 12 Oktober 2015. Kedatangan Rizal Ramli ke Gedung KPK untuk menyerahkan laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) setelah menjabat sebagai menteri. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said membuka nama-nama politikus yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta membantu Freeport dalam melancarkan renegosiasi kontrak. Menurut Rizal, menteri jangan dibiasakan bergosip. "Kalau memang ada orangnya, tunjukkan! Tapi jangan sebar gosip," kata Rizal di Jakarta, 12 November 2015.

    Sudirman Said pernah menyebut ada politikus yang membantu Freeport untuk mendapat kontrak kerja sama baru. Menurut dia, politikus itu meminta imbalan saham dan proyek listrik di Timika.

    Rizal juga meminta awak media bertanya langsung ke Sudirman soal siapakah politikus tersebut. "Tanya sama yang ngomong dong. Sebutin aja namanya, jangan ngegosip," ucapnya.

    Namun, ujar Rizal, mungkin saja isu tersebut benar adanya. Karena itu, ia meminta hal itu harus diungkapkan agar tidak menjadi sekadar gosip

    Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu kemarin juga membenarkan adanya seorang politikus yang melobi PT Freeport Indonesia dengan mencatut namanya dan Jokowi untuk melicinkan renegosiasi kontrak.

    Bahkan politikus tersebut ketahuan meminta jatah sejumlah uang kepada PT Freeport. "Kalau yang dikatakan benar bahwa saya dan Presiden minta jatah, saya marah," tutur JK di Istana Wakil Presiden, kemarin.

    AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.