Genjot Infrastruktur, Masyarakat Didorong Nabung Saham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal untuk mendukung pendanaan proyek infrastruktur. "Kami mendorong pasar modal jadi pendanaan utama bagi proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah, " ujar Muliaman  ketika meluncurkan kampanye Yuk Nabung Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 12 November 2015.

    Menurut Muliaman, saat ini sudah saatnya pasar modal Indonesia berkembang menjadi salah satu alternatif pendanaan jangka panjang. Hal ini disebabkan masih adanya kesenjangan (gap) antara pembangunan dan pendanaan yang sama-sama bersifat jangka panjang. "Utamanya, sekarang ini pendanaan dari perbankan, tapi kan sifatnya itu jangka pendek, " katanya.

    BERITA MENARIK
    Terungkap, Dua Wanita Ini Bikin Ivan Gunawan Jatuh Cinta
    Coba Cari, di Mana Wanita Cantik Tanpa Baju di Lukisan Ini?

    Selain itu, Muliaman berujar, OJK juga  ingin mendorong pasar modal agar dapat membantu pendanaan jangka panjang untuk usaha menengah. Begitu juga dengan pengusaha menengah, diharapkan bisa secara optimal memanfaatkan ketersediaan pendanaan dari pasar modal. "Tidak cuma pendanaan berbasis ekuitas, tapi juga surat utang yang ada di pasar modal," kata dia.

    Muliaman menuturkan, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan upaya stabilisasi pasar modal. Investor asing saat ini masih menguasai pasar modal Indonesia, yaitu sebesar 65 persen dari total investor. Sedangkan, kepemilikan asing di surat utang negara juga cukup tinggi, yaitu sebanyak 37 persen.

    BACA: SKANDAL PETRAL: Terungkap, Mafia Migas Garong Rp 250 Triliun

    "Peran investor domestik masih rendah, baru 0,3 persen dari total penduduk, " tutur Muliaman. Kondisi ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain. "Maka itu, kami dorong investor retail dan juga institusi," katanya.

    Karena itu, hari ini, OJK bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama meluncurkan kampanye nasional Yuk Nabung Saham, yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla.

    Program kampanye Yuk Nabung Saham ini mengajak masyarakat, sebagai calon investor, berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala.



    BACA: SKANDAL PETRAL: Inilah MR, Mister Untouchable di Era SBY

    GHOIDA RAHMAH



    BERITA MENARIK
    Rekaman OC Kaligis Dibuka, Terungkap Permainan Uang Itu!
    Kisah Tewasnya Hijaber UNJ, Begini Sifat Si Cantik

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.