Menjelang MEA, Menteri Saleh Dorong UMKM Benahi Kemasan Produk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama Mayfair Estate & Parklands di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 13 Juni 2015 (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)

    Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama Mayfair Estate & Parklands di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 13 Juni 2015 (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)

    TEMPO.COPadang - Menteri Perindustrian Saleh Husein mengatakan industri kecil dan menengah dalam negeri harus meningkatkan mutu produk dan sumber daya manusia agar mampu menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

    "Tahun depan akan masuk MEA. Persaingan akan semakin ketat, baik persaingan pada bidang produk maupun jasa," ujarnya saat berada di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam.

    Menurut dia, pemerintah akan mendorong produk-produk unggulan yang ada di daerah agar memiliki nilai jual. 

    Apalagi, kata Saleh, jika setiap provinsi memiliki produk unggulan dengan ciri khas daerahnya. Misalnya, Sumatera Barat memiliki masakan khas rendang sebagai produk unggulan yang sudah dikenal dunia. "Termasuk memfokuskan kemasannya agar memiliki nilai jual tinggi," katanya.

    Seperti di Jepang, Saleh mengatakan, industri kecilnya memiliki nilai jual karena makanan dan minuman tersaji dalam kemasan yang bagus dan menarik.

    Saleh juga mendorong IKM mengembangkan lembaga riset agar ada inovasi dan kreasi dari produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing. "Makanya kita juga ingin meningkatkan kualitas SDM pelaku industri kecil," tuturnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.