RI Adopsi Standar Kompetensi Kerja Australia, Apa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menyelesaikan pakaian pelindung khusus yang memenuhi standar yang akan digunakan petugas kesehatan untuk merawat pasien virus ebola  di pabrik berbasis US Lakeland Industries di kota Anqiu di China, 30 Oktober 2014. AP/Wayne Zhang

    Seorang pekerja menyelesaikan pakaian pelindung khusus yang memenuhi standar yang akan digunakan petugas kesehatan untuk merawat pasien virus ebola di pabrik berbasis US Lakeland Industries di kota Anqiu di China, 30 Oktober 2014. AP/Wayne Zhang

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia menetapkan standar kompetensi kerja nasional bidang logistik dengan mengadopsi standar kerja dari Australia untuk lima bidang profesi logistik. Penetapan ini dituangkan dalam konvensi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bidang logistik.

    Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edi Putra Irawady mengatakan kelima bidang profesi itu ialah warehouse operator, logistic administrative officer, warehouse supervisor, freight forwarder, dan supply chain manager.

    "Standardisasi kelima bidang profesi itu sudah disepakati oleh lima negara, yakni Australia, Cina, Indonesia, Filipina, dan Vietnam di dalam pembahasan negara-negara anggota APEC transport and logistics," ujarnya saat membuka SKKNI bidang logistik, Rabu, 11 November 2015.

    Konvensi tersebut diikuti praktisi logistik, seluruh stakeholder logistik, akademisi logistik, dan asosiasi pelaku usaha al: Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), serta Kadin Jakarta Utara.

    Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan sertifikat lembaga sertifikasi profesi (LSP) dari BNSP kepada LSP Insan Prima yang didirikan oleh kerja sama tiga asosiasi bidang logistik, yakni ALFI, Asdeki dan Aptrindo, serta kepada LSP Politeknis Pos Bandung.

    Eddi mengatakan pemerintah mengharapkan sumber daya manusia penyedia jasa logistik memenuhi standar kompetensi tersebut guna menghadapi persaingan bisnis logistik di tingkat global dan Asean.

    Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia sudah menjadi pasar tunggal sasaran dalam persaingan logistik di tingkat Asean, mengingat jumlah penduduk dan pasar konsumsi masyarakat Indonesia potensial.

    Namun, kata dia, kendati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan pada awal 2016, sesungguhnya praktek liberalisasi industri dan logistik di tingkat ASEAN itu sendiri sudah terjadi sejak lama. 

    "Jadi MEA yang akan berlaku pada awal 2016 itu saya kira tidak perlu terlalu dicemaskan. Yang terpenting kita persiapkan diri kita dengan SDM yang mumpuni termasuk di bidang logistik. Sebab SDM Logistik itu merupakan kunci dalam memenangi persaingan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

    Eddi mengatakan pemerintah juga mendorong Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar lebih cepat memberikan sertifikasi kepada lembaga sertifikasi profesi yang sudah dilaksanakan oleh asosiasi terkait bidang logistik.

    BISNIS.COM

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.