SKANDAL PETRAL: Kalla Mau Audit Dibawa ke KPK, Asal...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan hasil audit Petral akan dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi apabila ada temuan korupsi. Namun, ia mengaku belum terima hasil audit tersebut. "Namanya audit harus dilaporkan kalau ada penyelewengan," ujar Kalla di Istana Wapres, Rabu, 11 November 2015.

    Dalam audit Petral, terbukti dan tercatat ada pihak ketiga ikut campur baik dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produksi BBM di Pertamina Energy Services (PES).

    Kalla mengatakan, apabila tak ditemukan korupsi namun ada penyelewengan juga harus dilaporkan ke pemeriksa lainnya.

    SIMAK: SKANDAL PETRAL: Terungkap, Mafia Migas Garong Rp 250 Triliun

    Dalam audit investigasi Petral, tim membeberkan fakta-fakta, proses-proses, dan pelaku yang terlibat dalam jual beli minyak. Tim auditor, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, tidak menghitung kerugian negara. 

    Nanti saat kasus ini masuk ke proses projustisia (proses hukum), penegak hukum akan meminta BPK ataupun audit lainnya untuk menghitung kerugian negara akibat keterlibatan pihak ketiga ini.

    Sudirman bersama tim hukum sedang mengkaji untuk meyakinkan bahwa hasil audit ini cukup diajukan ke pihak berwenang. Sudirman mengaku tak ragu melaporkan ke aparat hukum jika jelas terbukti ada pelanggaran hukum.

    TIKA PRIMANDARI I ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.