Apa yang Membuat Jokowi ke TPPI Tuban Hari Ini?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT. TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. TEMPO/Sujatmiko

    Pabrik PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT. TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. TEMPO/Sujatmiko

    TEMPO.CO, SURABAYA - Presiden Jokowi dijadwalkan mengunjungi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, Jawa Timur, pada hari ini, Rabu, 11 November 2015. Juru Bicara PT Pertamina Wianda Pusponego mengatakan, perusahaan ini kembali dioperasikan PT Pertamina agar keberadaan TPPI bisa mengurangi 20 persen impor karena produksinya dapat mencapai 61 ribu barel per hari.

    Dengan turunnya volume impor tersebut, pengeluaran devisa negara menjadi berkurang. "Ini yang mungkin menjadi dapat perhatian Pak Presiden Jokowi sehingga berkenan datang melihat bagaimana kegiatan operasi TPPI dilaksanakan," kata Wianda di Terminal Bahan Bakar Minyak, Surabaya, Selasa, 10 November 2015.

    Pertamina, kata Wianda, tak ingin aset sebagus TPPI menganggur (idle) mengingat infrastruktur kilang tersebut beberapa tahun tak beroperasi. Karena itu, Pertamina melakukan semua upaya, termasuk financial disclosure untuk penyelesain TPPI agar segera beroperasi. Hasilnya, sejak bulan lalu kilang TPPI dapat beroperasi, dan saat ini produksi kilang mencapai lebih dari 40 persen target Pertamina.

    Kebutuhan impor BBM semakin berkurang jika mendapat tambahan produksi Proyek Residual Catalytic Cracking (RFCC) Kilang Cilacap yang mencapai 30 ribu barel per hari. Gabungan produksi TPPI 61 ribu barel per hari ditambah produksi RFCC Cilacapa 30 ribu barel per hari tersebut dapat mengurangi impor premium 91 ribu barel per hari.

    Menurut Wianda, jika menggunakan asumsi harga minyak US$ 60 per barel, total penghematan impor BBM dapat mencapai US$ 1,2 miliar per tahun. Dari dua infrastuktur tersebut, dia memperkirakan penghematan dapat mencapai Rp 16 triliun setiap tahun jika menggunakan kurs tengah Rp 13 ribu per dolar.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.