PT Kino Indonesia Tbk. Lego 16 Persen Saham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO Jakarta: Produsen barang-barang konsumsi PT Kino Indonesia Tbk. menyelenggarakan paparan publik (Public Expose) kemarin, Selasa, 10 November 2015, menjelang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

    "IPO dinilai sebagai pilihan terbaik untuk memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka panjang sehingga kinerja bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan," kata Presiden Direktur KINO Harry Sanusi dalam rilisnya yang diterima Tempo kemarin. 

    Harry menjelaskan, dalam IPO ini KINO menawarkan sebanyak-banyaknya 228,57 juta lembar saham atau 16 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor penuh. Harga saham perdana ditawarkan pada kisaran Rp 3.750-Rp 5.225 per lembar saham. Sekitar 27 persen dana hasil IPO akan digunakan KINO untuk mengakuisisi perusahaan sejenis. Selanjutnya, 50 persen untuk belanja modal guna mendukung pertumbuhan organik Grup KINO, dan 23 persen untuk modal kerja.

    Menurut Harry dalam rilisnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat positif yang didukung oleh lonjakan kelas menengah dengan daya beli yang sangat kuat merupakan elemen penting bagi pertumbuhan bisnis KINO dalam jangka panjang. “Dengan didukung banyak hal, kami yakin IPO KINO dapat menjadi pilihan investasi yang tepat bagi para investor," ujarnya.

    Harry mengaku pihaknya menerapkan prinsip good corporate governance yang baik dan bergantung pada tingkat modal kerja, serta jumlah capital expenditure (capex) yang dibutuhkan. "Apabila tidak ada halangan, kami juga akan membagikan dividen tahun buku 2015, maksimal 30 persen pada tahun depan.”

    Dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai pertumbuhan organik dan akuisisi merek atau perusahaan dan/atau penyertaan modal pada perusahaan di industri sejenis untuk mendukung pertumbuhan inorganik Grup KINO.

    Selama 2015, penjualan KINO tetap tumbuh tinggi dengan didukung oleh produk-produk yang memiliki positioning kuat di segmen pasarnya. Selain itu, selama 5 tahun terakhir, penjualan produk-produk KINO tumbuh sebesar 284 persen. “Secara fundamental dan prospek bisnis, KINO optimistis dapat terus meningkatkan pertumbuhan kinerja secara positif. Hal ini pula yang memberikan keyakinan kepada kami untuk tetap melaksanakan IPO meskipun situasi pasar modal saat ini sangat dinamis,” ujar Harry.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.