Perluasan Bandara Soetta, Angkasa Pura II Butuh Rp 13 T

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan salah satu pesawat milik Garuda Indonesia di Hanggar 4 di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Memiliki luas 67.022 meter persegi membuat hanggar pesawat Garuda ini lebih besar dari hanggar pesawat Turki dengan luas 59.731 meter persegi yang pernah menjadi hanggar terbesar di dunia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pekerja membersihkan salah satu pesawat milik Garuda Indonesia di Hanggar 4 di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Memiliki luas 67.022 meter persegi membuat hanggar pesawat Garuda ini lebih besar dari hanggar pesawat Turki dengan luas 59.731 meter persegi yang pernah menjadi hanggar terbesar di dunia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan pembebasan lahan seluas 830 hektare untuk pembangunan landasan pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan menghabiskan dana sebesar Rp 13 Triliun." Rp 12-13 Triliun,"ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi, Selasa 10 November 2015

    Menurut Agus, dana pembebasan lahan itu akan dikeluarkan bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan waktu lahan yang akan dibebaskan. Untuk tahun 2015-2016 ini,  Angkasa Pura II mendapatkan suntikan dana dari pemerintah melalui mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 sebesar Rp 2 triliun dan tahun  2016 sebesar Rp 2 triliun,"katanya

    Sebenarnya, kata Agus, secara bertahap AP II telah membebaskan lahan sejak 2002-2006 silam seluas 42,8 hektare. Proses pembebasan lahan dihentikan karena ada permasalahan dalam pelaksanaanya.

    Kini, perluasan lahan bandara kembali dilanjutkan. Untuk tahap ini 173, 13 hektare lahan dan bangunan di desa Rawa Burung, Rawa Rengas( Kosambi), Bojong Renged ( Teluknaga) Kabupaten Tangerang dan Kelurahan Benda (Benda), Selapajang (Neglasari) di Kota Tangerang akan digusur."Secara bertahap pembebasan terus dilakukan sampai 830 hektar,"katanya

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.