Urutan Kedua dari 86 Emiten, Kapitalisasi BRI Rp 258 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, meresmikan peluncuran layanan perbankan di atas kapal yang dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Muara Angke, Jakarta, 4 Agustus 2015. Kapal Teras BRI dilengkapi dengan fasilitas perbankan yang ada di darat, seperti mesin ATM dan akan melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo, meresmikan peluncuran layanan perbankan di atas kapal yang dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Muara Angke, Jakarta, 4 Agustus 2015. Kapal Teras BRI dilengkapi dengan fasilitas perbankan yang ada di darat, seperti mesin ATM dan akan melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan nilai kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 258 triliun. Angka ini tertinggi kedua dari 86 emiten di sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    "Nilai kapitalisasi pasar BRI per perdagangan 9 November 2015 mencapai Rp 258 triliun tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan," ujar Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam peringatan ke-12 tahun Bank BRI sebagai emiten perbankan di BEI, di Jakarta, Selasa, 10 November 2015.

    Ia mengemukakan bahwa Bank Rakyat Indonesia Tbk secara resmi melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di BEI pada 10 November 2003 lalu. Harga per lembar saham perseroan pada waktu awal tercatat sebesar Rp 875 per lembar.

    "Kini 12 tahun kemudian atau lebih tepatnya per akhir pekan minggu pertama bulan November 2015, harga per lembar saham BRI tercatat sebesar Rp 10.700 per lembar, dengan tingkat kapitalisasi pasar mencapai Rp 263,9 triliun," paparnya.

    Menurut dia, salah satu yang harus diperhatikan untuk mendorong nilai kapitalisasi, yakni fundamental perusahaan. Perseroan akan tetap fokus untuk menggenjot kinerja dengan meningkatkan bisnis korporasi juga pasar tradisional atau kerakyatan.

    Ia menambahkan bahwa BRI juga sudah resmi terdaftar sebagai bank administrator RDN (Rekening Dana Nasabah) yang berperan membantu melengkapi fasilitas penyelesaian transaksi dana di pasar modal.

    "Dengan bergabungnya Bank BRI sebagai bank administrator RDN, kami bisa memperluas basis investor hingga seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan BRI yang sangat luas," katanya.

    Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sunarso menambahkan bahwa perseroan memiliki ambisi untuk menjadi the most valuable bank pada tahun 2017, maka itu BRI akan terus meningkatkan nilai kapitalisasi pasar.

    "Yang paling penting adalah menjaga fundamental sehingga laba, aset, penyaluran pinjaman dapat tumbuh. Nilai kapitalisasi pasar kita harus di atas Rp 500 triliun," ucapnya.

    Dalam kesempatan sama, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa nilai kapitalisasi (market capital) BRI merupakan yang terbesar di antara Bank BUMN lainnya.

    "Diharapkan BRI mampu melanjutkan keterbukaan dan prestasi kinerjanya dan mampu masuk lima besar dalam kapitalisasi pasar di BEI," katanya. Kapitalisasi pasar adalah nilai dari saham perusahaan yang beredar di pasar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).