Menteri Susi Senang Jadi Bintang Iklan Kejar Paket C

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku bangga mendapat tawaran menjadi bintang iklan. Iklan kali ini berbeda dengan pengalaman pertamanya saat membintangi Iklan Layanan Masyarakat tentang memakan ikan dan memberantas illegal fishing. Sebab, yang menawarinya adalah Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan.

    “Saya apresiasi sama Pak Anies Baswedan. Beliau mau jadikan saya sebagai bintang iklan Kejar Paket C,” kata Susi sumringah di atas podium "Orasi Ilmiah" dalam rangka Dies Natalis ke-55 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa, 10 November 2015.

    Susi merasa tersanjung karena Kementerian Pendidikan bermaksud agar peserta Kelompok Belajar (Kejar) Paket C ikut bersemangat. “Katanya, supaya mereka yang malu menyelesaikan SMA-nya jadi semangat, karena menterinya juga berniat menyelesaikan,” katanya.

    Perempuan yang tak lulus kelas II sekolah menengah atas itu menambahkan, ia tak bisa membayangkan bagaimana harus menyelesaikan sekolahnya. “Gimana ujian nasional enggak lulus, waktu belajarnya saja tidak ada. Disuruh kerja terus dari pagi sampai malam,” ucapnya.

    Menurut Susi, Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo adalah kabinet yang isitmewa. Berulang kali Susi menyampaikan bahwa dirinya adalah menteri dengan latar pendidikan terendah di antara menteri lain. "Dua pertiga wilayah di Indonesia ini dipercayakan kepada menteri yang paling rendah background pendidikannya," ucapnya.

    Ketika ditanya lagi bagaimana perasaannya menunggu kontrak menjadi bintang iklan, Susi tersipu. “Ah. Kalian (wartawan) berkali-kali wawancara saya juga enggak bayar,” ujarnya, lalu tertawa.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.