Jadi Menteri, Rizal Ramli Diberhentikan dari Jabatan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli naik pesawat Boeing Maritime Surveillance Aircraft (MSA) N614BA sebelum uji terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 November 2015. Pesawat Boeing MSA N614BA nantinya akan memantau perairan laut yang luasnya mencapai 70 persen dari total wilayah kedaulatan RI. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli naik pesawat Boeing Maritime Surveillance Aircraft (MSA) N614BA sebelum uji terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 November 2015. Pesawat Boeing MSA N614BA nantinya akan memantau perairan laut yang luasnya mencapai 70 persen dari total wilayah kedaulatan RI. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.COJakarta - Rizal Ramli resmi diberhentikan dari posisi Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, setelah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

    "RUPSLB menyetujui pengunduran diri Rizal Ramli karena diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 12 Agustus lalu," kata Direktur Utama PT Bank BNI Achmad Baiquni, usai RUPSLB, di Gedung BNI, Sudirman, Jakarta, pada Senin, 9 November 2015.

    Dalam rapat yang sempat tertunda selama tiga jam tersebut, BNI pun mengesahkan pemberhentian posisi komisaris utama yang dijabat Rizal Ramli karena sebelumnya mengundurkan diri pasca dilantik menjadi menteri. 

    Baiquni menuturkan, posisi komisaris utama digantikan Pradjoto, yang sebelumnya merupakan komisaris independen. Pradjoto akan menggantikan Rizal Ramli sebagai pelaksana tugas (Plt) komisaris utama hingga ada penetapan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara. 

    Selain pemberhentian komisaris utama, dalam rapat tersebut terdapat agenda lain, yaitu pengesahan skema Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). 

    Rapat memutuskan penetapan dana PKBL, dari sebelumnya diambil dari item biaya perusahaan, setelah rapat ditetapkan PKBL berasal dari laba setelah pajak. 

    "Untuk dana PKBL sesuai aturan Permen BUMN Nomor 9 Tahun 2015, ditetapkan dana diambil dari laba setelah pajak dengan maksimal sebesar 4 persen. Dan akan diberlakukan mulai tahun depan," tutur Baiquni.

    Sementara itu, dengan pergantian ini, susunan Dewan Komisaris BNI selengkapnya adalah sebagai berikut:

    Plt. Komisaris Utama: Pradjoto
    Komisaris Independen: Daniel Sparingga
    Komisaris Independen: Zulkifli Zaini
    Komisaris Independen: Anny Ratnawati
    Komisaris Independen: Joseph Luhukay
    Komisaris: Pataniari Siahaan
    Komisaris: Revrisond Baswir
    Komisaris: Ahmad Badaruddin

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.