Meski Pelanggan 1.300 VA, Pelaku UKM Dapat Subsidi Listrik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM, Sudirman Said. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri ESDM, Sudirman Said. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah bakal memberikan subsidi listrik kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) meskipun masuk di luar kategori pelanggan 450 volt-ampere. Kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Presiden Joko Widodo meminta subsidi listrik diberikan kepada masyarakat yang punya usaha kecil meski merupakan pelanggan 900 VA atau 1.300 VA.

    "Yang punya usaha kecil, pabrik roti, dan sebagainya itu tetap diberikan," kata Sudirman saat konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Ahad, 8 November 2015.

    Alasannya, masyarakat kecil  termasuk dalam jangkauan yang mendapatkan subsidi. Masyarakat yang memiliki dua mesin jahit atau bengkel pun layak mendapatkan subsidi.

    Mantan Direktur Utama PT Pindad ini juga tak mempermasalahkan pengusaha kos memasang 450 VA meski mempunyai 40 rumah kos. "Itu anomali yang bisa kita toleransi," ucapnya.

    Untuk pengguna 900 VA, pemerintah akan menyisir langsung ke lapangan untuk mengecek apakah masuk dalam golongan masyarakat miskin. Sudirman akan mengeluarkan kebijakan setelah menemukan jumlah pelanggan 900 VA yang tergolong miskin.

    Dalam pencarian tersebut, Kementerian ESDM menggandeng Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan saat terjun langsung ke lapangan. Berdasarkan data TNP2K, Direktur Jenderal Kelistrikan Jarman menuturkan jumlah konsumen 900 VA sebanyak 20,23 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,3 juta pelanggan masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin.

    "Artinya, 70 persen pengguna 900 VA ini sebenarnya tidak berhak. Nah, inilah yang nantinya akan disisir," katanya.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).