Soal BI Rate, Ekonom Indikasikan BI Bertahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat ekonomi dari BCA, David Sumual, mengatakan BI Rate tidak menunjukkan indikasi untuk dinaikkan pada bulan ini. "Kalau lihat indikasinya malah bisa turun," ujarnya saat dihubungi pada Jumat, 6 November 2015.

    Indikatornya adalah kondisi pasar domestik yang semakin baik. Saat ini, menurut David, BI masih menunggu The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, barulah kemudian melakukan beberapa penyesuaian. "Nunggu dulu reaksi pasar," ujarnya.

    Menurut dia, kemungkinan Bank Indonesia menaikkan suku bunganya justru kecil. Yang memungkinkan justru penurunan suku bunga tersebut. "Kalau untuk turun mungkin saja, tapi sepertinya sih untuk November ini masih dipertahankan," tuturnya.

    Pemerintah sudah meminta BI menurunkan suku bunga acuan karena inflasi menurun. Tapi BI menyatakan tak akan terbuai menurunkan suku bunga acuan negara 7,5 persen, meskipun dalam dua bulan terakhir inflasi bisa ditekan. BI mengatakan masih akan memantau perkembangan perekonomian dunia dan dalam negeri sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.