Penguatan Dolar Paksa Harga Emas Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Kamis, 5 November 2015 waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena dolar AS yang lebih kuat memberikan tekanan pada logam mulia.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun dua dolar AS, atau 0,18 persen, menjadi menetap di 1.104,20 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

    Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim awal naik 16 ribu menjadi 276 ribu pada minggu yang berakhir 31 Oktober.

    Para analis mengatakan klaim secara umum masih mendekati rekor terendah, dan bahwa sisi pengangguran dari pasar tenaga kerja masih sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi.

    Karena laporan klaim pengangguran awal mingguan itu sejalan dengan ekspektasi, para analis mengatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember lebih tinggi daripada dalam beberapa bulan terakhir.

    Alat Fedwatch CMEGroup menunjukkan probabilitas tersirat berada pada 56 persen.

    Ekspektasi yang semula untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, namun pertemuan kebijakan Federal Reserve pada akhir Oktober meninggalkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir 2015.

    Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan pada Rabu bahwa bank sentral mungkin mulai menaikkan suku bunga jangka pendek pada pertemuan kebijakan Desember karena ekonomi AS "berkinerja baik."

    Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

    Perak untuk pengiriman Desember turun 7,5 sen atau 0,50 persen menjadi ditutup pada 14,983 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 1,7 dolar AS atau 0,18 persen menjadi ditutup pada 953,10 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.