Tren Hunian Vertikal Dalam Negeri: Bergaya Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pucuk-pucuk bunga Sakura mulai bermekaran di kuil Hirano Jinja, Kyoto, Jepang, 24 Maret 2015. Sakura merupakan bunga yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April. (The Asahi Shimbun via Getty Images)

    Pucuk-pucuk bunga Sakura mulai bermekaran di kuil Hirano Jinja, Kyoto, Jepang, 24 Maret 2015. Sakura merupakan bunga yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April. (The Asahi Shimbun via Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lama berkiblat pada Eropa dan Amerika Serikat, kini konsep hunian vertikal di dalam negeri beralih ke Jepang.

    Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli mengatakan budaya Jepang sudah menjadi tren dunia, mulai dari sisi kuliner, gaya hidup, sampai desain properti. Indonesia merupakan salah satu negara yang menyerap model tersebut.

    “Kalau dilihat, pusat perbelanjaan sudah banyak yang mengangkat konsep Jepang, minimal dengan kulinernya. Termasuk juga properti, khususnya apartemen,” ujarnya dalam acara temu media di Jakarta, Kamis, 5 November 2015.

    Melihat kecocokan pasar dengan corak ala Negeri Sakura, Lippo pun mengembangkan hunian vertikal bernuansa Jepang bertajuk Glendale Park dalam kawasan terpadu Orang County, Lippo Cikarang, Bekasi.

    Dalam proyek ini, Lippo menggandeng PT Diamond Realty Investment Indonesia sebagai subsidiari dari Mitsubishi Corporation.

    Glendale Park memiliki tinggi 35 lantai dengan kapasitas 556 unit. Ada tiga tipe yang ditawarkan, yaitu studio dengan luas 31-45 meter persegi, dua kamar tidur seluas 52-66 meter persegi, dan tipe tiga kamar tidur berukuran 90-92 meter persegi.

    Menurut Jopy, peluncuran secara resmi akan dilakukan pada awal Desember. Sama seperti empat tower sebelumnya yang dipasarkan perusahaan, Lippo menargetkan Glendale dapat terjual habis saat diluncurkan.

    Jopy lebih lanjut menjelaskan, target pasar utama hunian ini ialah pekerja di sekitar area Cikarang, baik pekerja lokal maupun ekspatriat. Populasi ekspatriat di koridor timur Jakarta ini diestimasi mencapai 12.000 jiwa dengan jumlah terbesar datang dari Jepang.

    Namun berdasarkan penawaran sejak akhir Oktober menggunakan sistem nomor urut pemesanan (NUP), sejumlah calon pembeli sebagai investor juga berasal dari negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan Kanada.

    “Kami melihat konsep Jepang sudah banyak diterima pasar sehingga ini akan menjadi ikon dari Orange County,” katanya. Kawasan terpadu Orange County memiliki luas 322 hektare dengan total investasi ditaksir mencapai Rp 250 triliun.

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.