BI Tegal Kembangkan Bawang Putih Benih Unggul

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bawang putih. TEMPO/Muh. Sardi

    Bawang putih. TEMPO/Muh. Sardi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal menginisiasi pengembangan demplot bawang putih dengan varietas benih unggul di Desa Tuwel Kabupaten Tegal Jawa Tengah, guna menekan inflasi dan mengurangi impor.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Joni Marsius menyatakan pihak BI akan terus mengupayakan langkah-langkah untuk optimalisasi budidaya bawang putih.

    Pada tahap awal demplot difokuskan untuk menekan biaya produksi melalui peningkatan produktivitas. Menurutnya, dari hasil diskusi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, BI mendapat masukan di antaranya terkait penggunaan bibit varietas unggul, pemasangan screen di sekeliling demplot, serta rekayasa lahan.

    “Ke depan, kami berharap ada varietas benih dengan usia tanam lebih singkat untuk minimalisir biaya dan risiko produksi,” papar Joni saat ditemui Bisnis.com, Kamis (5 November 2015).

    Dia mengatakan pengembangan demplot bawang putih di Tegal menggunakan dua varietas benih unggul, yakni Tawangmangu Baru dan Lumbu Hijau. Pemilihan benih itu berdasarkan pengalaman para ahli pertanian yang membuktikan panen bawang putih yang cukup bagus.

    Dari hasil panen pada lahan demplot seluas 3.000 meter persegi diperoleh hasil (panen basah) 6,2 ton (ekuivalen 22,5ton per hektar) untuk benih Tawangmangu Baru serta 1,5 ton (ekuivalen 7 ton per hektar) untuk benih Lumbu Hijau.

    Joni mengatakan Kabupaten Tegal pernah berjaya menjadi salah satu sentra penghasil bawang putih terbesar di Indonesia pada 1990-an. Membanjirnya bawang putih impor yang menguasai hampir 97% pasokan nasional membuat produk lokal tersisihkan.

    “Kami tergerak untuk mengubah kondisi itu, kami bahu membahu dengan Pemerintah Kabupaten Tegal menginisiasi pengembangan demplot bawang putih,” ujarnya.

    Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari mengatakan Kabupaten Tegal telah ditunjuk sebagai lokasi pilot project pengembangan komoditas bawang putih di Indonesia, guna menekan inflasi dan mengurangi impor.

    Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional, pemerintah masih melakukan impor sekitar 500.000 ton setiap tahun, atau setara dengan Rp4 triliun. Dia mengatakan kerja sama dengan para expert di bidang hortikultura terbukti mampu memberikan hasil yang optimal di lapangan.

    Secara fisik, ukuran bawang putih varietas Tawangmangu Baru saat ini sudah mampu bersaing dengan bawang putih impor dari Cina.

    Sebelumnya, di samping faktor harga, ukuran bawang impor yang jauh lebih besar menjadi alasan masyarakat lebih menyukai bawang impor.

    “Keunggulan bawang lokal dari segi rasa dan kandungan unsur-unsur di dalamnya merupakan amunisi utama untuk bersaing melawan produk impor dalam memenuhi kebutuhan bawang putih nasional. Dan tidak tertutup kemungkinan untuk melayani pasar internasional, salah satunya Jepang,” terangnya.

    Bupati Tegal Enthus Susmono menyambut senang adanya demplot bawang putih di wilayahnya. Pihaknya menginginkan petani lokal bisa memaksimalkan benih unggul guna menghasilkan panen yang tidak kalah dengan produk impor.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.