Target Pajak Tak Tercapai, Darmin Mau Lapor Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor  Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan dia akan melaporkan tidak tercapainya realisasi target penerimaan pajak 2015 ke Presiden Joko Widodo. Musababnya, dengan tersisa dua bulan, realisasi pajak sampai saat ini baru 58,6 persen.

    "Itu memang seyogianya kita dari kabinet sudah harus menyampaikannya ke Presiden secara jelas," kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu di Hotel Borobudur, Kamis, 5 November 2015.

    Dengan laporan ke Presiden, Darmin berharap tidak ada pertanyaan besar yang muncul di pasar dan masyarakat terhadap realisasi target penerimaan pajak. "Sebetulnya setiap saat dilaporkan, tapi setelah kurang dua bulan, perlu dibuat lebih jelas."

    Namun sebelum dilaporkan ke Presiden, Darmin akan membahasnya lebih dulu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurut Darmin, Bambang sudah menyiapkan langkah antisipasi. "Baik untuk menutupi kebutuhan cash, maupun defisitnya, karena itu dua hal yang berbeda," ujar Darmin.

    Tidak tercapainya realisasi target, menurut Darmin, karena perekonomian yang melambat. Dia memberikan contoh dengan penerimaan pajak sebelum krisis 2009. "Pada waktu 2008 kita melampaui target, kemudian 2009 terjadi krisis global, penerimaan pajak juga melambat," katanya.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.