Ekonomi Indonesia Triwulan III Lebih Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok tahap satu di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta, 22 Oktober 2015. Nantinya, Pelabuhan Kalibaru diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Subekti

    Pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok tahap satu di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta, 22 Oktober 2015. Nantinya, Pelabuhan Kalibaru diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Neraca dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga 2015 bertumbuh 4,73 persen. Pertumbuhan ini melambat dibanding pencapaian triwulan III 2014 sebesar 4,92 persen.

    Namun pertumbuhan pada triwulan III 2015 ini lebih baik dibanding triwulan II 2015 yang tumbuh 4,67 persen. "Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia dari triwulan I sampai III 2015 tumbuh 4,71 persen," katanya saat konferensi pers, Kamis, 5 November 2015

    Pertumbuhan ini didukung hampir semua lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 5,64 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai sektor informasi dan komunikasi sebesar 10,83 persen, jasa keuangan dan asuransi 10,35 persen, serta jasa pendidikan 8,25 persen.

    Struktur perekonomian masih didominasi tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan sebesar 20,41 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan 14,57 persen; serta perdagangan 13,09 persen

    Bila dilihat dari lapangan usaha, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,92 persen pada triwulan III 2015 secara year-on-year. Diikuti konstruksi sebesar 0,65 persen, informasi dan komunikasi 0,48 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,46 persen.

    Dalam triwulan III ini, peran pembentukan produk domestik bruto nasional tertinggi masih didominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa dengan kontribusi 58,27 persen. Diikuti Sumatera sebesar 22,37 persen, Kalimantan 7,99 persen, dan Sulawesi 6,08 persen.

    AHMAD FAIZ IBNU SANI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.