Erupsi Barujari, Garuda Telah Batalkan 209 Penerbangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pramugari tengah melakukan selfie dari atas sebuah pesawat Garuda Indonesia di Garuda Maintenance Facilities (GMF) Cengkareng, Tangerang, 24 Februari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pramugari tengah melakukan selfie dari atas sebuah pesawat Garuda Indonesia di Garuda Maintenance Facilities (GMF) Cengkareng, Tangerang, 24 Februari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Benny S. Butarbutar mengatakan ada 209 pembatalan penerbangan Garuda sehubungan dengan dampak dari erupsi anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    "Hingga hari ini total tercatat 209 penerbangan Garuda Indonesia yang batal. Pada Kamis pagi ini saja tercatat ada 86 penerbangan yang dibatalkan untuk penerbangan Garuda dari dan ke Bali, Banyuwangi, dan Lombok," kata Benny melalui siaran pers pada Kamis, 5 November 2015.

    Berdasarkan Notice to Airmen (Notam) Nomor A2479/15 yang baru saja dikeluarkan pagi ini oleh Briefing Office Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tentang penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar; Bandara Internasional Lombok; dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, maka manajemen Garuda Indonesia akan menghentikan sementara waktu operasional penerbangannya sampai dengan Jumat, 6 November 2015, pukul 08.45, waktu setempat.

    “Mengingat sampai saat ini Gunung Rinjani terus mengeluarkan abu vulkanik dan abu vulkanik tersebut tentunya dapat membahayakan keselamatan pada penerbangan,” kata Benny.

    Menurut Benny, Garuda akan terus memonitor situasi dan perkembangan kesiapan Bandara Ngurah Rai, Denpasar; Bandara Blimbingsari. Banyuwangi; dan Bandara Internasional Lombok untuk kembali melaksanakan operasional penerbangan. Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Denpasar, Banyuwangi, dan Lombok, akan dilayani setelah tiga bandara tersebut dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang.

    Dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi, maka Garuda mengimbau para penumpang untuk tidak menuju bandara sampai dengan pemberitahuan bahwa Bandara Ngurah Rai, Bandara Blimbingsari, dan Bandara Internasional Lombok akan beroperasi kembali.

    Garuda juga mengimbau para penumpang untuk segera melakukan penjadwalan ulang penerbangan untuk tujuan Denpasar, Banyuwangi, dan Lombok. "Dengan situasi saat ini, kami harapkan para penumpang segera melakukan reschedule atau perubahan jadwal penerbangan, di seluruh ticketing office Garuda Indonesia terdekat atau segera menghubungi call center Garuda Indonesia,” ujar Benny.

    Bagi para calon penumpang maskapai penerbangan Garuda untuk tujuan Denpasar, Banyuwangi, dan Lombok dapat langsung melakukan perubahan reservasi tiket melalui call center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807.

    Para penumpang maskapai Garuda juga dapat mengetahui situasi terkini melalui www.garuda-indonesia.com dan Twitter @IndonesiaGaruda.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).