Nilai Proyek Residensial Diprediksi Tumbuh 5% pada 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan kapal mewah yang bersandar di pelabuhan Port de Fontvieille, harga rumah maupun properti di kota ini, termasuk paling mahal di dunia hingga menembus angka 100 juta dollar. Monaco, 18 Mei 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    Deretan kapal mewah yang bersandar di pelabuhan Port de Fontvieille, harga rumah maupun properti di kota ini, termasuk paling mahal di dunia hingga menembus angka 100 juta dollar. Monaco, 18 Mei 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan riset pasar kontruksi, BCI Economics melansir nilai kontruksi pembangunan proyek residensial tahun depan akan meningkat 5%.

    Berdasarkan riset, Rabu (4 November 2015), nilai konstruksi pembangunanproyek residensialpada 2016 setara hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2012 sebesar Rp49,12 triliun. BCI mencatat, pertumbuhan nilai pembangunan kontruksi tertinggi terjadi pada 2013 dengan pertumbuhan mencapai 31%.

    Berdasarkan data yang dihimpun BCI, nilai pembanguan kontruksi paling tinggi dicatat pada proyek The Hundred yang dikembangkan PT Fairpoint Realty Indonesia. Nilai pembangunan proyek tersebut mencapai Rp912 miliar.

    CEO Farpoint, Jusuf Halimi sebelumnya mengatakan perseroan berencana meluncurkan proyek tersebut pada pertengahan 2016. "Sekarang masih lesu, kami berharap di second semester tahun depan sudah lebih baik. Kalau ekonomi membaik, kami akan launching di pertengahan 2016," ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, Farpoint telah melakukan pemcandangan tiang perdana proyek The Hundred pada Desember 2014. Proyek yang berlokasi di kawasan Mega Kuningan itu terdiri dari 110 unit apartemen, 212 kamar hotel, perkantoran setinggi 26 lantai, dan area pusat perbelanjaan. Total area proyek mencapai 120.000 meter persegi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.