Menekan Konsumsi Rokok, Kajian UI: Naikkan Harga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tobacconists membakar rokok saat berunjuk rasa di depan balai pertemuan Mutualite di Paris, Perancis, 2 November 2015. Mereka memprotes rancangan undang-undang anti-rokok yang mewajibkan kemasan polos pada bungkus rokok. REUTERS/Christian Hartmann

    Tobacconists membakar rokok saat berunjuk rasa di depan balai pertemuan Mutualite di Paris, Perancis, 2 November 2015. Mereka memprotes rancangan undang-undang anti-rokok yang mewajibkan kemasan polos pada bungkus rokok. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia menilai satu-satunya cara menekan konsumsi rokok ialah dengan menaikkan harga. "Jadi, jalan satu-satunya naikkan harga setinggi-tingginya. Harga terbukti mengendalikan konsumsi," kata Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia Hasbullah Tabrany, Rabu 4 November 2015.

    Menurut Hasbullah, rokok memiliki sifat permintaan yang inelastis. Karena sifatnya tersebut, efek dari kenaikan harga tidak sebanding dengan penurunan konsumsi. "Misalnya saja, jika harga rokok naik 20 persen, konsumsi rokok hanya turun 8 persen," katanya dalam Workshop Ekonomi Tembakau di Jakarta itu. (Lihat Video Tak Menguntungkan, Petani Tembakau Tinggalkan Tembakau)

    Hasbullah mengatakan, kenaikan harga rokok paling tidak dengan meningkatkan cukai rokok sesuai dengan rekomendasi Wolrd Health Organization (WHO), yakni minimal 70 persen. Kenaikan harga rokok melalui cukai itu pun, sambungnya, tidak akan merugikan dan mematikan industri rokok.

    "Banyaknya perusahaan rokok yang tutup itu yang kecil-kecil karena mereka tidak mampu lagi bersaing dengan yang besar," jelas Hasbullah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)