Berkat Bebas Visa Kunjungan, Turis Asing Melonjak 9,84 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jumlah kunjungan turis asing  ke Indonesia  pada September 2015  mencapai  869.179  atau tumbuh  9,84 persen dibandingkan periode September 2014 yang hanya  sebanyak 791.296 wisman. Secara kumulatif, jumlah kunjungan turis asing pada Januari hingga September 2015  sebanyak 7.191.771 wisman atau bertumbuh 3,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 6.946.849 wisman.

    "Pertumbuhan wisman  sebagai rekor baru dalam lima tahun ini," kata Arief dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2015.

    Menurut Arief,  performansi  pencapaian pada September dan pencapaian secara kumulatif  tersebut  menguatkan optimisme bahwa target 10 juta turis asing tahun ini akan terlampaui. "Kami optimistis target kunjungan wisman 10 juta hingga akhir tahun ini akan tercapai."
     
    Arief menambahkan,  dampak dari kebijakan bebas visa kunjungan, yang jumlahnya meningkat  dari 15 negara menjadi 90 negara,  mulai memberikan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisman hingga  dua digit.  
    “Dampak BVK lebih signifikan akan terasa mulai tahun depan.  Kita proyeksikan pada 2016, kebijakan BVK akan menambah jumlah kunjungan satu  juta wisman dengan devisa sebesar US$ 1 miliar,” kata Arief Yahya.
     
    Pertumbuhan turis tertinggi untuk September ialah dari Mesir sebesar 72,60 persen. Setelah itu, Uni Emirat  Arab  44,51 persen, Arab Saudi 43,18 persen, Inggris 40,78 persen, dan Jerman 38,10 persen. Sementara secara kumulatif, Januari-September 2015, yang mengalami pertumbuhan tinggi ialah Cina  sebesar 20,04 persen,  Mesir 19,45 persen, Inggris  13,82 persen, India 10,94 persen,  dan Jerman  6,26 persen.
     
    Arief  berujar, kebijakan BVK yang sudah tersosialisasi dengan baik di mancanegara serta  gencarnya promosi Wonderful Indonesia menjadi faktor pendorong untuk meningkatkan kunjungan turis asing ke Indonesia.
     
    Menurut data empiris, pada November dan Desember  biasanya terjadi peningkatan kunjungan wisman yang cukup tinggi. Terutama dari beberapa fokus pasar, seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan sejumlah negara Eropa.



    ABDUL AZIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.