Erupsi Gunung Barujari, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak Gunung Barujari sekitar Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Aris Andrianto.

    Puncak Gunung Barujari sekitar Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Aris Andrianto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Operator Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menutup sementara seluruh operasional bandara setempat pasca-erupsi Gunung Barujari di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    General Manajer PT Angkasa Pura I c, Trikora Harjo di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (3 November 2015), menjelaskan bahwa berkaitan dengan penutupan itu pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan kepada personel penerbangan di seluruh dunia atau "Notice to Airman" (Notam).

    "Notam sudah kami keluarkan dengan nomor A2468/15," ucapnya.

    Penutupan sementara itu dilakukan mulai pukul 19.30 hingga 23.30 Wita.

    Simak: Gunung Rinjani Meletus

    Penutupan tersebut berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) dan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin, Australia.

    Dipastikan ratusan penerbangan baik domestik maupun mancanegara terpaksa dibatalkan karena sebaran abu vulkanik anak Gunung Rinjani itu mengarah ke jalur penerbangan menuju Bali.

    Ribuan calon penumpang dipastikan gagal terbang menuju sejumlah destinasi akibat penutupan sementara akibat faktor "force majeur" itu.

    Sebelumnya 11 jadwal penerbangan yang dilayani dua maskapai Jetstar dan Virgin Australia membatalkan jadwal penerbangannya dari dan ke Bali akibat erupsi Gunung Barujari itu.

    Selain pembatalan rute dari beberapa kota di Australia dari dan ke Bali, pembatalan juga dilakukan maskapai Jetstar untuk tujuan Denpasar-Singapura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.