Akan Mundur? Ini Penjelasan Menteri Susi Pudjiastuti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berjalan meninggalkan Istana Merdeka usai melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, 16 September 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berjalan meninggalkan Istana Merdeka usai melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, 16 September 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membantah kabar dirinya bakal mundur dalam waktu dekat. “Itu bahasanya gimana jadi saya mau mengundurkan diri?” ujar Susi di kantornya, Senin, 2 November 2015.

    Pada saat acara setahun kinerja Kementerian Kelautan Jumat pekan lalu, dikabarkan Susi bakal mundur dari jabatannya sebagai menteri (Baca: Menteri Susi Isyaratkan Mundur, PDIP: Masyarakat Kehilangan). Menurut Susi, dirinya masih akan terus bekerja untuk melakukan perubahan dan perbaikan di sektor kelautan dan perikanan. “Kalau saya masih bisa jalan kenapa enggak?” ujar Susi.

    Saat itu, dia bilang bahwa kata “perubahan” lah yang membuatnya tertarik untuk bergabung dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo. “Kata Perubahan itu yang membuat saya tertarik.”ujarnya.

    Susi juga mengatakan jabatan sebagai menteri merupakan jabatan politik yang tidak bisa ditentukan masa kerjanya. Sehingga, kata dia, kedudukannya sebagai menteri bisa lengser kapan saja. “Karena menteri itu kan jabatan politik. Bukan jabatan karir,” ujarnya.

    Menurut Susi, setelah setahun bekerja bersama seluruh anak buahnya, dia merasa bangga lantaran seluruh pejabat bekerja dengan baik. “Saya bilang kalau dirjen di sini kelihatannya sudah hebat jadi sewaktu ditinggalkan pun sudah enggak ada masalah,”ujarnya.

    Selama setahun bekerja, Susi melakukan gebrakan dengan menenggelamkan 100 lebih kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Di bawah kepemimpinannya juga Indonesia memperoleh pembebasan bea masuk ikan ke Amerika Serikat.

    DEVY ERNIS

    Baca juga:
    Suap Dokter=40 % Harga Obat: Ditawari Naik Haji hingga PSK
    Terkuak, 40% dari Harga Obat Buat Menyuap Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.