Perajin UKM Babel Kewalahan Penuhi Ekspor Produk Olahan Ikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk makanan di Kepulauan Bangka Belitung dari olahan ikan banyak diminati oleh pasar ekspor di beberapa negara.

    "Produk pengolahan hasil perikanan Babel diminati pasar ekspor karena memiliki cita rasa yang khas dan berkualitas tinggi," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Babel, Sarjulianto di Pangkalpinang, Jumat, 9 Oktober 2015.

    Ia menambahkan sejumlah negara yang berminat itu tersebar di Eropa, Afrika dan Asia. "Permintaan produk pengolahan hasil perikanan yang paling banyak diminati adalah getas, kricu, tripang, kemplang, krupuk, cumi kering, ikan asin, rusip dan terasi," ujarnya.

    Namun, kata dia, perajin usaha kecil menengah yang bergerak pengolahan perikanan ini belum mampu memenuhi permintaan pasar ekspor yang sangat tinggi.

    "Kami sudah beberapa kali menerima tawaran kerja sama dari pengusaha di beberapa negara untuk dapat mengekspor berbagai produk makanan olahan perikanan ini," ucapnya.

    Ia mengatakan seorang pengusaha asal Yaman menawarkan kerja sama ekspor berbagai produk makanan olahan perikanan sebanyak satu ton per bulan.

    "Kami terpaksa menolak kerja sama ekspor makanan olahan perikanan ini, karena produksi produk yang tidak memadai," ungkap dia.

    Ia menjelaskan produksi pengolahan hasil perikanan tahun 2014 mencapai 73,103 ton dengan jumlah usaha kecil menengah pengolahan ikan sebanyak 1.648 unit tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.

    "Saat ini, produksi berbagai makanan olahan perikanan ini hanya cukup untuk memenuhi permintaan pasar lokal yang cukup tinggi," katanya.

    Pihaknya terus mendorong perajin untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas agar dapat memenuhi permintaan pasar dunia ini.

    "Kami terus melakukan pembinaan agar perajin bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan produksi, sehingga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha kecil menengah ini," ucapnya.

    ANTARANEWS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.