Mau Uang, Sandiaga Uno: Ikuti Saja Erick Thohir di Mana pun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Salahudin Uno. TEMPO/Seto Wardhana

    PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Salahudin Uno. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta: Pengusaha kondang bekas bos PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Sandiaga Uno mengatakan Presiden Inter Milan Erick Thohir sebagai sahabat dekatnya yang sangat hebat. Sandiaga menyanjung Erick sebagai pebisnis rocker yang beken di dalam dan di luar negeri. "Dia pasti terkenal di Italy dan Amerika Serikat," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2015.

    Popularitas Erick, kata Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut dijamin melambung usai memiliki klub sepakbola Amerika Serikat D.C United dan klub sepakbola Italia Inter Milan.

    Menurut Sandiaga, dirinya melihat  olahraga bukanlah sektor tepat untuk mendulang rupiah. Karena itu dia sempat heran dengan keputusan Erick membeli klub basket Philadelphia 76ers pada tahun 2011 lalu.

    "Tapi keajaiban terjadi setahun setelahnya, klubnya (sixers) masuk playoffs," katanya. Dengan mengkesampingkan apa yang dilakukan Erick, Sandiaga mengatakan prestasi tersebut mengatrol harga jual Sixers cukup signifikan.

    Sontak tawaran menggiurkan datang kepada Erick untuk melepas sahamnya. Tawaran menggiurkan tersebut, kata Sandiaga, tak bisa ditolak Erick. "So, if you want make money, just follow Erick where he is," katanya.

    Erick tak menampik cerita Sandiaga tersebut. Tawaran yang menarik terhadap sahamnya kala itu, ujarnya, memang menggiurkan. "Prinsip saya berinvestasi di sektor olahraga dengan keseimbangan prestasi dan perkembangan bisnis," kata salah satu pemilik klub Persib Bandung tersebut.

    ANDI RUSLI

    Baca juga:

    EKSKLUSIF G30S 1965: Saat Aidit Sembunyi di Balik Lemari

    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.