Pemilik Mal di Banjarbaru, Dulu Cita-citanya Jadi Guru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • freepicturesweb.com

    freepicturesweb.com

    SWA.CO.ID, Jakarta - Warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pastilah mengetahui Q Mall. Mal yang terletak di lahan 40 hektare di Jalan A. Yani kilometer 36 Banjarbaru ini menjadi salah satu ikon dari kota penghasil intan tersebut. Proses pembangunan mal dimulai 2010, dan baru diresmikan 12 Desember 2012. Mal ini didirikan melalui salah satu usaha dari Citra Group, yaitu PT Diyatama Metro Sejati.

    Adalah H Norhin, pemilik Q Mall. Sebelum menjadi pengusaha di Kalimantan Selatan Norhin hanya seorang pedagang pasar malam Blauran pada 1970-an. Setelah relokasi pasar Blauran, Norhin muda merambah ke bisnis konveksi kecil di Pasar Kujajing, Banjarmasin.

    Pria kelahiran Amuntai, 5 oktober 1964 yang juga belajar di Pendidikan Guru Atas (PGA) Mulawarman,Banjarmasin ini, terpaksa meninggalkan cita-citanya sebagai guru. Ia memilih menjadi pedagang.  “Usaha konveksi saya mulai membaik berkat bantuan dari salah satu tokoh pedagang di Pasar Kujajing bernama H. Taimi (almarhum). Waktu itu, saya diajak beliau pergi ke Jakarta pada medio tahun 1970an,” ujar ayah dari 6 anak tersebut.

    Menurut Ohen, sapaan Norhin, mendapat pinjaman modal sebesar Rp 3 juta. Dia dikenalkan kepada rekan bisnis H. Taimi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Norhin lalu mendirikan CV Citra Sasirangan, kelanjutan dari bisnis yang sebelumnya ia rintis bersama Haji Taimi yang bergerak di bidang bisnis kain sasirangan atau yang dikenal sebagai batik khas Kalimantan Selatan.

    Di mata Ohen, H. Taimi adalah rekan bisnis sekaligus sosok pahlawan bagi perjalanan bisnisnya dan menjadikan Norhin sebagai pengusaha konveksi ternama di Banjarmasin. Perlahan tapi pasti, usaha konveksi yang ia tekuni di pasar Kujajing, Banjarmasin menjadikannya seorang pemain terbesar dalam usaha konveksi di wilayah tersebut.

    Namun, bendera bisnisnya belum dapat berkibar dengan  tegap. Norhin terkena musibah. Kebakaran besar yang terjadi di pasar Kujajing membakar semua aset usaha miliknya. Kondisi diperparah dengan adanya piutang kepada pedagang di Tanah Abang. Kondisi ini sempat membuat Norhin syok dan nyaris putus asa untuk berwirausaha kembali.

    Menurutnya, dengan menjadikan diri sebagai pribadi yang dapat dipercaya, jujur, dan mengedepankan prinsip dagang yang berkah dan menjaga amanah, Norhin yang saat itu dililit hutang sebesar Rp 60 juta kepada pedagang Tanah Abang, mendapat perlakuan istimewa. Bahkan, hutang-hutangnya telah dianggap lunas oleh rekan pedagang di Tanah Abang.

    “Alhamdulillah, pedagang di Tanah Abang waktu itu masih memberikan kesempatan dan mempercayakan kepada saya untuk kembali bermitra dengan mereka. Dan yang tidak saya sangka adalah dengan lapang dada mereka membebaskan hutang saya,” kenang Norhin.

    Perjalanan bisnisnya kian cerah memasuki 1980. Kesempatan itu tidak disia-siakan Norhin dan saudara-saudaranya. Mereka mendirikan CV Citra, sebuah embrio bisnis yang kemudian menjadi PT Pribumi Citra Megah Utama (Citra Group), dengan sektor bisnis yang mencakup pertambangan dan logistik batubara (pelabuhan), real estate (perumahan dan pertokoan), serta mall, hotel dan sebagainya.

    Lewat bendera PT Pribumi Citra Megah Utama (Citra Group) yang berdiri pada 1995, Norhin memulai usaha di bidang pertambangan batubara. Kemudian hasil usaha dari batubara ia investasikan untuk membeli tanah dan mengembangkan sektor bisnis yang lain lewat bendera citra groupnya. Sejak itu usahanya makin menggurita dan berkembang sangat agresif dan menjadi pengusaha yang sangat berpengaruh di wilayahnya.

    Tidak hanya itu, Norhin melakukan banyak terobosan bisnis, di antaranya mengakuisisi industri keuangan multifinance PT Tirta Laras menjadi sebuah multifinance berbasis full syariah ke-3 di Indonesia dengan nama Citifin Multifinance Syariah yang memiliki kantor pusat di Jakarta.

    Ia juga ikut serta dalam pengembangan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di Kalsel dan mengembangkan lahan kosong menjadi perumahan kota Citra Graha Banjarbaru. Kemudian, ia juga mengembangkan bisnis SPBU dan jasa angkutan tambang, hingga pendirian Q Mall dan merintis bisnis hotel bintang 4 berkonsep syariah perdana di Indonesia dengan nama Q Grand Hotel Dafam Syariah.

    SWA.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.