Garuda Travel Fair Targetkan Penjualan Rp 138 miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garuda Indonesia Travel Fair 2010 di JCC, Jakarta (9/10). TEMPO/Subekti

    Garuda Indonesia Travel Fair 2010 di JCC, Jakarta (9/10). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Komesial Garuda Indonesia, Handayani menargetkan penjualan produk Garuda Indonesia sebesar Rp 138 miliar pada gelaran Garuda Travel Fair 2015. Target ini meningkat signifikan dibandingkan penjualan event yang sama pada periode satu sebesar Rp 107 miliar.

    "Untuk Garuda Travel Fair 2015 periode dua ini kami menargetkan penjualan sebesar itu dari target pengunjung sebanyak 120 ribu orang," kata Handayani seusai konferensi pers di Hotel Grand Indonesia, Selasa, 22 September 2015.

    Handayani optimistis dapat mencapai target tersebut. Sebab, Garuda Indonesia akan memberikan penawaran terbaik dengan konsep penerbangan yang mewah dan menyenangkan. "Akan ada banyak penawaran harga terbaik, cicilan pembayaran hingga 12 bulan, serta informasi terlengkap dari bebagai destinasi favorit untuk liburan," kata dia.

    Ia menyebutkan salah satu program menarik yang akan ditawarkan adalah berbagai diskon tiket domestik dan internasional. "Pengunjung akan mendapatkan diskon tiket domestik hingga 13 persen, tiket Internasional hingga 20 persen, bahkan untuk program Happy Hour pengunjung dapat memebeli tiket penerbangan dengan diskon hingga 80 persen," ujarnya.

    Pelaksanaan Garuda Travel Fair ini akan akan dikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan di bawah naungan Garuda Indonesia Group. Selain itu event ini melibatkan mitra usaha dari kalangan Travel Agent sebanyak 46 perusahaan, 17 hotel dan theme park, 5 National Tourism Organization, 14 Corporate dan Travel Equipment, Media Partner, serta Asosiasi Food Truck.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.