Batan-Kementerian Berkolaborasi Terapkan Anti Radiasi Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanda bahaya radiasi terpasang di area simulasi saat petugas gabungan membersihkan area yang diduga terpapar radiasi diatas Kapal Bimaskti Utama di Pelabuhan Nilam, Tanjung Perak, Surabaya (11/03).  Badan Pengawas Tenaga Nuklir  bersama  berbagai unsur Kepolisian Daerah Jawa Timur  dan Kantor Kesehatan Pelabuhan terlibat dalam Gladi Lapang Nasional Penanggulangan Kedaruratan Radiologi 2011. TEMPO/Fully Syafi

    Tanda bahaya radiasi terpasang di area simulasi saat petugas gabungan membersihkan area yang diduga terpapar radiasi diatas Kapal Bimaskti Utama di Pelabuhan Nilam, Tanjung Perak, Surabaya (11/03). Badan Pengawas Tenaga Nuklir bersama berbagai unsur Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kantor Kesehatan Pelabuhan terlibat dalam Gladi Lapang Nasional Penanggulangan Kedaruratan Radiologi 2011. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Kementerian Perindustrian berkolaborasi dalam menerapkan iradiasi untuk memenuhi kebutuhan industri, yang produknya membutuhkan sterilisasi dan mematikan mikroorganisme.

    "Kami tawarkan fasilitas nuklir yang namanya iradiator, di mana kita bisa melakukan iradiasi komoditas, baik pangan, maupun komoditas ekspor lainnya, serta biodegradasi plastik," kata Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di Jakarta, Senin, 21 September 2015.

     

    Djarot mengatakan, bahan pangan yang melalui proses iradiasi bisa bertahan hingga hitungan tahun, karena mikroorganisme di dalamnya sudah mati.

     

    "Misalnya Indonesia ingin mengekspor udang ke Eropa, itu dibutuhkan iradiasi, karena Eropa tidak mau menerima komoditas yang masih masih banyak mikroorganismenya," kata Djarot.

     

    Ia juga mencontohkan, bahwa Indonesia pernah mengirim rendang olahan yang sudah melalui proses iradiasi dan dikirim ke Nepal, di mana rendang tersebut masih bisa dinikmati tanpa berubah rasa hingga satu tahun kemudian.

     

    Untuk plastik, tambah Djarot, ia mengatakan bahwa plastik yang melalui proses iradiasi akan bisa terurai dengan sendirinya pada jangka waktu tertentu, di mana hal tersebut akan membantu proses penghancuran plastik itu sendiri.

     

    Sementara itu, Sekretaris Dirjen industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Setio Hartono mengatakan bahwa kerja sama dibidang iradiasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pertemuan selanjutnya dengan mengundang berbagai industri terkait.

     

    "Kerja sama dibidang iradiator ini sudah ditentukan bersama-sama, lokasi kunjungannya dimana, sosiaslisasinya juga. Jadi nanti kami undang industrinya," ujar Setio.

     

    Menurut Setio, kerja sama antara BATAN dan Kemenperin juga dilakukan dalam menginisiasi Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) untuk pengobatan tumor otak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.