November 2015 Delegasi Bisnis Australia Kunjungi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Australia di Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia di Kuningan, Jakarta. TEMPO/Subekti

    Bendera Australia di Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia di Kuningan, Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian tengah bersiap kedatangan 200 pengusaha asal Australia pada November 2015, yang diklaim sebagai delegasi bisnis Australia terbesar yang pernah ada.

    "Pada November yang akan datang, 200 pengusaha Australia akan datang ke Indonesia, dalam rangka kunjungan investasi. Makanya kami sedang menyiapkan mitra lokal," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Senin (21 September 2015).

    Sigit mengatakan, Kemenperin mempersiapkan mitra lokal untuk bisa bekerja sama atau joint venture dengan para pebisnis asal Australia yang akan berinvestasi di Indonesia.

    Menurut Sigit, kendati belum diketahui nilai investasi yang akan ditanamkan para pebisnis asal Negeri Kanguru tersebut, namun menurutnya sudah ada beberapa sektor yang diincar.

    "Memang ada beberapa yang sudah diincar. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kemarin ke sana, ada beberapa catatan investasi yang mau masuk, misalnya sektor maritim, perkapalan dan galangan kapal," kata Sigit.

    Sedangkan, lanjut Sigit, Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta agar Australia turut berinvestasi di bidang pengolahan makanan berbasis daging.

    Ia menambahkan, saat ini, Kemenperin sedang mempersiapkan rencana induk pembangunan kawasan industri di Kupang, yang bisa dijadikan basis industri pengolahan daging dan garam.

    Diketahui, Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb bertemu dengan sejumlah menteri kabinet kerja, seperti Menperin, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara.

    Kedatangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang antara Indonesia dan Australia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.