Idul Adha, Keraton Surakarta Gelar Grebeg Besar Kamis Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berebut makanan yang ada di Gunungan Lanang (laki-laki) pada acara Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Sebanyak 6 buah gunungan diperebutkan isinya oleh warga. TEMPO/Pius Erlangga

    Warga berebut makanan yang ada di Gunungan Lanang (laki-laki) pada acara Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Sebanyak 6 buah gunungan diperebutkan isinya oleh warga. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Keraton Kasunanan Surakarta akan menggelar upacara adat Grebeg Besar, Kamis (24 September 2015), untuk merayakan Idul Adha.

    Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo di Solo, Senin (21 September 2015), menjelaskan Grebeg Besar merupakan bentuk perayaan atas kemenangan iman yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim, yang rela mengorbankan putranya Ismail demi menjalankan perintah Tuhan.

    "Penanggalan yang kita pakai adalah penanggalan Jawa, yang merupakan gabungan dari penghitungan penanggalan Saka dan Hijriyah. Tahun ini Grebeg akan kita adakan tanggal 24 September 2015," katanya tentang acuan penentuan pelaksanaan Grebeg Besar.

    Saat ini, ia menjelaskan, persiapan pelaksanaan grebeg sudah dilakukan, termasuk di antaranya pembuatan gunungan jaler (laki-laki) dan setri (perempuan).

    Sugiyo, salah satu abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta yang bertugas membuat gunungan untuk Grebeg Besar, sudah mulai membuat gunungan sejak dua bulan lalu.

    "Kerangkanya sudah selesai, tinggal masang-masang barang-barangnya saja. Kalau yang gunungan setri ini kami sudah hampir menyelesaikan pemasangan rengginangnya, nanti ditambahi nasi dan uba rampe lain. Sedangkan untuk gunungan jaler nantinya diisi sayur mayur dan hasil bumi," katanya.

    Kedua gunungan itu akan diarak dari Keraton menuju Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta yang berada di barat Alun-Alun Utara untuk didoakan sebelum dibagikan ke warga di halaman masjid.

    "Biasanya sesuai adat satu gunungan dibagikan di masjid, sedangkan satu gunungan dibawa kembali ke keraton. Namun, karena banyaknya warga yang datang, biasanya yang dibawa kembali ke keraton ya tinggal rangkanya saja, karena sudah ikut untuk rebutan warga," katanya.

    KP Winarno Kusumo atau Kanjeng Win mengatakan tahun ini kemungkinan rute arak-arakan grebeg dari keraton menuju masjid berubah.

    Biasanya gunungan dibawa dari Keraton ke Sitinggil, lalu diarah menuju masjid melalui tengah-tengah Alun-Alun Utara.

    Sekarang, karena alun-alun jadi tempat Pasar Darurat Klewer, dari Sitinggil gunungan akan diarak melalui Supit Urang langsung menuju masjid atau melalui barat alun-alun.

    "Sebenarnya para pedagang sebelumnya sudah menyatakan sanggup menyesuaikan jika ada keperluan upacara adat. Tapi nanti kita lihat dulu apakah memang memungkinkan lewat tengah-tengah alun-alun, kalau tidak ya lewat sampingnya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?