Ekonomi Melambat, 2 Perusahaan Ini Pilih IPO, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden klub Inter Milan Erick Thohir. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden klub Inter Milan Erick Thohir. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua perusahaan bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia. Dua calon emiten itu adalah PT Mahaka Radio Integra dan PT Atmindo Boiler Proffesionals yang rencananya akan melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana pada akhir tahun ini. PT Mahaka Radio Integra merupakan anak usaha PT Mahaka Media Tbk yang didirikan pengusaha Erick Tohir.

    Saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia, Erick menilai kinerja grup radio tersebut terbilang cukup bagus. "Saya lihat pertumbuhannya luar biasa," ucap Erick di Jakarta, Senin, 21 September 2015. Di tengah melemahnya daya beli masyarakat, ujar Erick, kinerja radio relatif tidak terkena dampaknya. Hal itu bisa dilihat dari pendapatan iklan yang stabil.

    Kendati dari sisi tarif iklan di radio jauh lebih murah daripada televisi, justru hal itu yang membuat industri radio bisa bertahan. "Komponen iklan di radio per menit lebih murah," tutur Erick. Besaran saham yang rencananya akan dilepas ke publik sekitar 30 persen.

    Ke depan, Erick memprediksi industri hiburan akan berkembang di Indonesia. Saat ini pengeluaran terbesar masyarakat masih terbatas pada hal-hal seputar konsumsi, seperti makanan, pakaian, dan perumahan. Seiring bertambahnya pendapatan, Erick optimistis sektor industri hiburan akan berkembang. "Sebentar lagi akan ke sana. Bisa dilihat dari maraknya konser," katanya.

    Sementara itu, Presiden Direktur PT Atmindo Boiler Proffesionals Rudy Susanto menuturkan jumlah saham yang akan ditawarkan ke publik sebesar 22 persen. Ia menunjuk Panin Sekuritas sebagai penjamin emisi. Pihaknya enggan menyebutkan target dana segar yang ingin dicari. "Kami ingin perusahaan lebih dikenal publik," ucapnya.

    PT Atmindo merupakan perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur boiler yang digunakan untuk perkebunan sawit dan power plan. Per Mei 2015, asetnya sebesar Rp 167 miliar dengan ekuitas Rp 89 miliar. Rudy menyebut dana yang didapat nantinya akan dipakai sebagai modal kerja.

    Dari sisi kapasitas produksi, perusahaan tersebut sudah sanggup memproduksi 40 unit boiler. Ihwal target pertumbuhan pemasaran tahun depan, Rudy berharap bisa mencapai 20 persen.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.