Bentuk Joint Venture, Warner Garap Film Berbahasa Mandarin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Furious 7. Forbes.com

    Poster film Furious 7. Forbes.com

    TEMPO.CO, Beijing - Warner Bros, produser film dan televisi terbesar di
    dunia, bakal segera merilis film berbahasa Mandarin. Time Warner, pemilik studio Warner Bros, Ahad lalu menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan ekuitas Cina, Media Capital, untuk memproduksi film berbahasa Mandarin.

    Keduanya telah membentuk perusahaan patungan bernama Flagship Entertainment Group Ltd yang berkantor di Hong Kong.  Dalam perusahaan patungan ini, Warner Bros memiliki 49 persen saham. Namun kedua perusahaan belum mau merilis soal keuangan terkait dengan pembentukan perusahaan patungan itu.

    Chief Executive Officer Warner Bros Kevin Tsujihara mengatakan bahwa memproduksi film berbahasa Mandarin merupakan strategi perusahaan untuk menembus pasar industri perfilman Negeri Tirai Bambu. Industri perfilman Cina merupakan yang terbesar kedua setelah Amerika Serikat, seperti dilansir 4-traders.com, Senin 21 September 2015.

    Baca: Bisa Bicara dengan Binatang, Wanita Mampu Prediksi Bencana

    Awal September, sebuah media lokal menulis laporan perkembangan industri perfilman di Cina. Pendapatan industri perfilman Cina dari penjualan tiket tahun ini mencapai 30 miliar yuan (US$ 4,71 miliar atau sekitar Rp 68,4 triliun), meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 29,6 miliar yuan.

    Dengan menggandeng perusahaan Hollywood dalam memproduksi film berbahasa lokal, industri perfilman Cina bakal meraup banyak uang. Besarnya minat penonton film di Negeri Panda ini terlihat dari fakta bahwa setiap film yang dirilis terus mencetak rekor box office baru.

    Seperti dilansir Xinhua yang mengutip laporan State Administration of Press Publication, Radio, Film, and Television (SARFT), pada April lalu, Furious 7 menjadi film terlaris di negeri tersebut dengan pendapatan US$ 390,91 juta.

    Film animasi tiga dimensi produksi lokal, Monster Hunt, juga berhasil meraih box office. Sejak ditayangkan pada 17 Juli lalu di Cina, Monster Hunt memang sudah menjadi perhatian dunia. Film kombinasi animasi dan live action ini menyabet beberapa rekor box office. Dengan total pendapatan US$ 331 juta, Monster Hunt memecahkan rekor pendapatan terbesar pada pemutaran perdana sampai pekan pertamanya.

    Simak: Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem?

    Ketatnya sensor untuk film asing mendorong Warner beraliansi dengan perusahaan lokal dalam memproduksi film berbahasa Mandarin. Perusahaan patungan Flagship Entertainment bakal merilis film pertama berbahasa Mandarin awal tahun depan.

    SETIAWAN ADIWIJAYA

    Berita Menarik:
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.