Ingin Mengadu, Ini Nomor Telepon Menteri Perdagangan Thomas Lembong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Thomas Lembong berjabat tangan dengan pedagang saat melakukan kunjungan untuk mengecek harga bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 18 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Perdagangan, Thomas Lembong berjabat tangan dengan pedagang saat melakukan kunjungan untuk mengecek harga bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 18 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong membuka saluran khusus short message service (SMS) dengan nomor 08111662778.

    Melalui nomor tersebut, masyarakat dapat bertanya dan memberi masukan, saran, atau keluhan langsung kepada Menteri Tom. "Pak Tom ingin lebih dekat dan mengetahui langsung keadaan masyarakat," tutur Kepala Pusat Humas Kementerian Perdagangan Ani Mulyati melalui siaran pers, Senin, 21 September 2015.

    Ani menjelaskan, layanan pesan pendek ini merupakan salah satu program Public Service Direct Response (PSDR) Pusat Humas Kementerian Perdagangan. Selama ini, PSDR menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan Menteri Perdagangan, sekaligus menjadi sosialisasi kebijakan Kementerian Perdagangan.

    Menurut Ani, Tom Lembong sendiri antusias mensosialisasi program ini. Sebab, bosnya itu ingin mendengar saran dari masyarakat secara langsung. "Dengan begitu, dia bisa mendengar langsung apa yang terjadi di tengah masyarakat. Jika ada masalah, bisa langsung ditangani dengan cepat," ujarnya.

    Ani memastikan Menteri Perdagangan siap dan akan merespons dengan cepat SMS yang masuk kepadanya dan berusaha memberikan solusi dari masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.