Lembaga Riset BlessingWhite Masuk Indonesia, Tawarkan Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemegang saham Nokia yang diperkirakan akan menyetujui penjualan bisnis ponsel untuk Microsoft(19/11). REUTERS/Dado Ruvic

    Pemegang saham Nokia yang diperkirakan akan menyetujui penjualan bisnis ponsel untuk Microsoft(19/11). REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga riset, konsultan, dan training asal Amerika Serikat, BlessingWhite, segera merambah pasar Indonesia mulai tahun ini. Mereka menggandeng perusahaan lokal PT Kinerja Unggul Nusantara sebagai mitra bisnisnya. Kehadiran BlessingWhite diharapkan mampu memberikan solusi peningkatan kinerja perusahaan di tengah perlambatan ekonomi saat ini.

    Direktur Utama PT Kinerja Unggul Nusantara Ahmad Arwani mengatakan dampak perlambatan ekonomi global saat ini dirasakan semua pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Selama ini efisiensi pemangkasan tenaga kerja adalah solusi mujarab dalam menanggulangi perlambatan ekonomi.

    "Padahal ada peluang untuk mengoptimalkan kontribusi karyawan/pegawai untuk dapat bertahan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2015.

    Perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini, ujar Ahmad, memberikan solusi melalui metode unik dan terbukti skill activation dalam melakukan perubahan dan perbaikan kinerja perusahaan. “Kami mengusung platform teknologi informasi untuk memudahkan usaha-usaha intervensi dalam melakukan perubahan dan perbaikan kinerja perusahaan.”

    Dalam prakteknya, metode itu mampu menghasilkan sebuah terobosan perpaduan antara kepuasan dan kontribusi karyawan. Istilah dalam kamus lembaga itu disebut employee engagement. “Metode ini membantu klien dalam mengaktivasi keahlian karyawan agar lebih mudah, sehingga membantu optimalisasi kontribusi mereka dalam mencapai tujuan organisasi,” tutur Ahmad.

    Untuk itulah, kata Ahmad, perusahaan global, seperti Microsoft, HSBC, Siemens, Bank of America, hingga perusahaan Unilever, yang produknya diminati masyarakat Indonesia tetap digdaya di tengah perlambatan ekonomi dunia. “Tanpa employee engagement, mustahil perusahaan dapat bertahan di tengah perlambatan ini.”

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.