Pertamina Mulai Jual Pertalite di Sumbar, Cuma Rp 8.300

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nozle (tuas) bahan bakar minyak jenis PERTALITE ditandai warna putih disebuah SPBU di Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Di Yogyakarta baru terdapat tiga SPBU yang menjual bahan bakar Pertalite. TEMPO/Pius Erlangga

    Nozle (tuas) bahan bakar minyak jenis PERTALITE ditandai warna putih disebuah SPBU di Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Di Yogyakarta baru terdapat tiga SPBU yang menjual bahan bakar Pertalite. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Padang - PT Pertamina mulai menjual produk bahan bakar minyak nonsubsidi, Pertalite, di Sumatera Barat, Senin, 21 September 2015. Tahap awal ini, Pertalite hanya dijual di delapan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Sumatera Barat.

    "Pertalite mulai dijual di delapan SPBU di Sumatera Barat. Ini untuk melihat respons pasar," kata Eksternal Relations Marketing Operation Regional (MOR) I Pertamina Zainal Abidin, Minggu, 20 September 2015.

    Delapan SPBU yang akan menjual Pertalite itu adalah SBPU Coco Ulak Karang, Padang; dua SPBU yang terletak di Khatib Sulaiman, Padang; SPBU Lubuk Buaya, Padang; SPBU By Pass, Padang; SPBU Indarung, Padang; SPBU di Solok, dan SPBU di Dharmasraya.

    BERITA MENARIK
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video

    Pantauan Tempo di Jalan Khatib Sulaiman, ada dua SPBU yang memasang spanduk bertuliskan, "Di sini tersedia Pertalite".

    Pertalite di Sumatera Barat dijual Rp 8.300 per liter. Zainal optimistis BBM jenis baru ini banyak diminati masyarakat. Sebabnya, Pertalite memiliki kadar oktan 90 atau lebih tinggi dari Premium yang kadar oktannya 88. Sementara, harganya tidak jauh berbeda.

    "Apalagi, sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, banyak warga yang bertanya, kapan Pertalite bakal dijual di Sumatera Barat," ujarnya.

    Pasokan Pertalite di Sumatera Barat tidak dibatasi karena bukan bahan bakar bersubsidi. Untuk sementara, pasokan 8-14 kiloliter. "Kita lihat pasar dulu. Kalau permintaan tinggi kami tambah,” ucap Zainal. Meski menjual Pertalite, Pertamina tidak mengurangi pasokan Premium.

    ANDRI EL FARUQI

    BACA JUGA
    Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem?
    Bisa Bicara dengan Binatang, Wanita Mampu Prediksi Bencana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?