HUT Pontianak, Pemprov Kalbar Lestarikan Seni Tundang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pria dari suku Dayak Bidayuh asal Sebujit, Kabupaten Bengkayang menabuh gendang dan gong saat tampil di Museum Pontianak, Kalbar, (24/6). ANTARA/Victor Fidelis Sentosa

    Sejumlah pria dari suku Dayak Bidayuh asal Sebujit, Kabupaten Bengkayang menabuh gendang dan gong saat tampil di Museum Pontianak, Kalbar, (24/6). ANTARA/Victor Fidelis Sentosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pontianak, Kalimantan Barat, berupaya melestarikan seni tundang dengan menggelar lomba pantun bersama iringan gendang dan alat musik tradisional lain pada 19-20 September.

    Sebelas kelompok anak berpartisipasi dalam lomba tundang yang digelar bersamaan dengan festival musik akustik di kawasan Tugu Khatulistiwa tersebut.

    "Ini rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-244 yang puncaknya pada 23 Oktober," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pontianak Hilfira Hamid, Minggu, 20 September 2015.

    Pembacaan pantun dengan iringan bunyi gendang dan alat musik tradisional Melayu lain pada masa lalu dilakukan untuk memeriahkan suatu acara atau pesta.

    Hilfira mengatakan pantun merupakan bagian dari tradisi rumpun Melayu. Pada zaman dahulu, orang-orang berpantun pada upacara adat, perkawinan, dan acara muda-mudi.

    Pantun juga digunakan sebagai sarana menyampaikan gagasan atau ide pada acara musyawarah, memberikan nasihat dan pesan moral, menyampaikan kritik sosial, atau sekadar melontarkan gurauan.

    "Yang dikemas dengan gaya bahasa yang indah, singkat, padat," ujarnya.

    Dalam perkembangannya, pantun dibacakan dengan iringan gendang, sehingga dinamai tundang, singkatan dari pantun dan gendang.

    "Lomba seni tundang ini sebagai wadah dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah," kata Hilfira.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.